Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
INTERNATIONAL

Imbas Konflik Timur Tengah, Malaysia Bakal Pangkas Penerbangan Domestik dan Internasional

×

Imbas Konflik Timur Tengah, Malaysia Bakal Pangkas Penerbangan Domestik dan Internasional

Sebarkan artikel ini
Maskapai Malaysia Airlines. (Foto: Pinterest)
toplegal

TOPMEDIA – Konflik Timur Tengah membuat sebagian negara di Asean mulai mengencangkan ikat pinggang. Pemerintah Malaysia mengeluarkan peringatan serius mengenai masa depan industri penerbangan nasional akibat eskalasi memanas antara Iran, Israel, dan Amerika.

Pihak Malaysia menyatakan bahwa maskapai-maskapai di negeri Jiran itu kemungkinan besar diharuskan menangguhkan beberapa jadwal penerbangan.

HALAL BERKAH

Hal ini jika perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran mendorong biaya bahan bakar melonjak hingga ke level yang tidak terkendali.

Menteri Transportasi Malaysia, Anthony Loke Sore Fook memberikan penjelasan mendalam melalui pernyataan resmi pada Rabu, (11/03/2026).

Loke menggarisbawahi serta menegaskan bahwa struktur biaya maskapai saat ini sangat bergantung pada harga minyak mentah dunia yang sedang bergejolak akibat ketegangan geopolitik.

Baca Juga:  Tragedi "American Comeback Tour": Charlie Kirk Ditembak Mati saat Live di Kampus Utah

“Bahan bakar jet mencakup hampir setengah dari biaya operasional maskapai,” kata Loke kepada Bloomberg yang juga dikutip Strait Times.

Sebelumnya Loke telah mengadakan pertemuan darurat yang melibatkan manajemen maskapai nasional, operator bandara, pemasok bahan bakar jet, hingga otoritas penerbangan.

Pertemuan tersebut dilakukan untuk mengoordinasikan respons strategis negara terhadap dampak ekonomi dari perang yang melibatkan Iran tersebut.

“Kementerian Transportasi akan berdiskusi dengan bandara dan pemangku kepentingan terkait untuk mendukung kelangsungan hidup maskapai penerbangan lokal,” ujar Loke.

Ini memiliki keterkaitan subsidi dan efisiensi. Loke mewajibkan seluruh maskapai untuk berbagi data operasional secara transparan dengan otoritas penerbangan Malaysia.

Hal itu bertujuan agar pemerintah dapat melakukan penilaian risiko yang lebih akurat terhadap stabilitas sektor transportasi udara.

Baca Juga:  Media Argentina Bongkar Klaim Leluhur Facundo Garces, FAM pun Disanksi FIFA

“Semua pihak juga setuju untuk bertemu setiap minggu karena krisis ini tetap volatil dan memerlukan tindakan cepat jika terjadi perkembangan baru,” tutur Loke.

Pemerintah Malaysia juga meletakan perhatian pada rantai pasok logistik di tengah kondisi geopolitik yang kian memanas.

Loke menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan distribusi barang kebutuhan pokok tidak terhambat oleh masalah transportasi udara.

“Dalam jangka pendek, Malaysia perlu memastikan bahwa layanan kargo udara untuk barang-barang seperti makanan dapat terus beroperasi meskipun kondisinya semakin menantang, terutama menjelang perayaan Idul Fitri minggu depan,” ucap Loke.

Loke sangat mengakhawatirkan hal ini muncul seiring dengan lonjakan harga minyak mentah global yang telah melampaui level psikologis akibat kekhawatiran gangguan pasokan di Selat Hormuz.

Baca Juga:  Peneliti Peringatkan Pemanasan Kutub Bisa Picu Gelombang Penyakit Global

Perang antar negara yang melibatkan Iran telah memicu spekulasi pasar bahwa harga avtur akan terus melambung tinggi, yang pada gilirannya dapat memaksa maskapai melakukan pemangkasan kapasitas besar-besaran atau menaikkan harga tiket secara drastis guna menutupi pembengkakan biaya bahan bakar tersebut. (*)

TEMANISHA.COM