Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ENTREPRENEURSHIP

Menteri Ekraf: Budaya Fondasi Ekonomi Kreatif Indonesia

×

Menteri Ekraf: Budaya Fondasi Ekonomi Kreatif Indonesia

Sebarkan artikel ini
Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf)/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Teuku Riefky Harsya. (foto: Istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Indonesia tidak perlu jauh-jauh mencari kompas untuk memajukan sektor ekonomi. Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf)/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa kekuatan ekonomi masa depan bangsa ini justru tertanam jauh di dalam yakni akar budaya.

Dalam pertemuan hangat bersama jajaran Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi Universitas Gajah Mada (HIPMI PT UGM) di Jakarta, Riefky membedah filosofi pembangunan ekonomi berbasis kreativitas.

HALAL BERKAH

Menurutnya, keragaman budaya dari Sabang sampai Merauke adalah modal dasar yang tidak dimiliki negara lain.

Riefky mengibaratkan kebudayaan sebagai sektor hulu yang sangat melimpah. Namun, kekayaan itu tidak akan menjadi nilai ekonomi jika berhenti di sana saja.

Baca Juga:  Digitalisasi Layanan hingga Dukungan UMKM, Upaya Pemkot Surabaya untuk Genjot PAD

“Nusantara ini akar budayanya kuat sekali. Ketika akar budaya itu disentuh oleh inovasi, kreativitas, teknologi, hingga digitalisasi, di situlah lahir ekonomi kreatif. Ini adalah bentuk hilirisasi dari budaya kita,” tegas Menekraf.

Ia meyakini bahwa penguatan akar budaya inilah yang akan membawa Indonesia menjadi pemain utama dalam peta ekonomi kreatif global, menyusul jejak negara-negara besar yang sukses mengomersialkan identitas nasional mereka.

Apresiasi tinggi diberikan Riefky kepada HIPMI PT UGM yang tengah menggodok gelaran Entrepreneurs Leadership Conference 2026. Forum ini diproyeksikan menjadi wadah diskusi strategis yang mempertemukan pemerintah (regulator), pelaku UMKM, akademisi dan iInfluencer/pemengaruh.

Ketua Umum HIPMI PT UGM, Aswin Hadyan R, menjelaskan bahwa tantangan pengusaha muda saat ini adalah menjawab penurunan konsumsi masyarakat serta percepatan adaptasi digital.

Baca Juga:  Bali United Resmi Rilis Jersey Baru Musim 2025/2026, Tetap Angkat Identitas dan Tradisi Bali

“Ekonomi kreatif adalah tulang punggung pertumbuhan ekonomi di era transformasi global. Kami ingin menciptakan ekosistem yang mampu menjawab tantangan tersebut,” ujar Aswin.

Pemerintah pun tak tinggal diam. Menekraf menekankan bahwa fokus utama kementeriannya saat ini adalah berburu talenta-talenta unggul atau Local Hero dari 17 subsektor ekraf yang ada. Tujuannya membawa produk lokal naik kelas dan berbicara banyak di pasar internasional.

“Kami siap berkolaborasi. Kita butuh lebih banyak pahlawan lokal yang siap go global untuk membuktikan bahwa budaya kita bukan sekadar warisan masa lalu, tapi mesin ekonomi masa depan,” pungkas Riefky. (*)

TEMANISHA.COM