Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
SPORTAINMENT

Basa Basi dengan Infantino, Donald Trump Mengaku Mengizinkan Iran Ikut Piala Dunia di AS

×

Basa Basi dengan Infantino, Donald Trump Mengaku Mengizinkan Iran Ikut Piala Dunia di AS

Sebarkan artikel ini
Presiden AS Donald Trump. (Foto: istimewa)
toplegal

TOPMEDIA, WASHINGTON – Drama partisipasi Timnas Iran di Piala Dunia 2026 menemui titik terang.

Di tengah panasnya tensi geopolitik dan suara sumbang yang meminta Team Melli didepak, Presiden Amerika Serikat Donald Trump justru memberikan lampu hijau.

HALAL BERKAH

Trump, dengan gaya bicaranya yang ceplas-ceplos, menyatakan tidak keberatan jika Mehdi Taremi dkk merumput di negerinya.

Pernyataan ini sekaligus meredam spekulasi panas mengenai boikot terhadap negara yang tengah bersitegang dengan AS di Selat Hormuz tersebut.

Berbicara di Ruang Oval Gedung Putih, Trump mengaku telah menjalin komunikasi intens dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino.

Trump menyebut hubungannya dengan orang nomor satu di sepak bola dunia itu sangat baik, sehingga ia menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada FIFA.

Baca Juga:  Sentuhan Brasil Jadi Tumpuan Persebaya Balaskan Dendam atas PSIM

“Tahukah Anda? Biarkan saja mereka bermain,” cetus Trump saat menjawab pertanyaan wartawan sebagaimana dilansir Anadolu Agency.

Trump menambahkan bahwa dirinya tidak ingin terlalu mendikte urusan teknis turnamen. “Gianni (Infantino) luar biasa. Dia teman saya. Saya bilang, ‘Lakukan saja apa pun yang kamu mau. Kamu boleh membiarkan mereka ikut, atau tidak. Mungkin mereka punya tim yang bagus,’” imbuh sang presiden.

Senada dengan Trump, Gianni Infantino kembali menegaskan bahwa posisi Iran di putaran final Piala Dunia 2026 sudah final.

Baginya, sepak bola adalah alat pemersatu yang tidak boleh terbelah oleh batas-batas politik, sekalipun tuan rumah dan peserta tengah terlibat konflik bersenjata.

“Tentu saja, Iran akan bertanding di Amerika Serikat. Alasannya sederhana, karena kita harus bersatu. Kita harus mendekatkan orang-orang,” tegas Infantino dalam wawancaranya dengan BBC.

Baca Juga:  Virgil Van Dijk Selamatkan Liverpool di Anfield, Taklukkan Athletico Madrid 3-2

Pernyataan ini sekaligus menjadi jawaban telak atas usulan dari utusan Trump, Paolo Zampolli, yang sempat meminta FIFA mencoret Iran dan menggantinya dengan Italia.

Meski lampu hijau sudah menyala untuk para pemain di lapangan, urusan di luar lapangan tetaplah pelik. Keikutsertaan Iran tetap diwarnai ketegangan birokrasi yang mencekam.

Baru-baru ini, delegasi Iran sempat tertahan. Sejumlah pejabat tinggi sepak bola mereka ditolak masuk ke Kanada untuk menghadiri Kongres FIFA di Vancouver. Salah satunya adalah Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFI), Mehdi Taj.

Pemerintah Kanada dan AS menganggap Taj dan beberapa ofisial lainnya terafiliasi dengan IRGC (Korps Garda Revolusi Iran), organisasi yang telah dicap sebagai kelompok teroris oleh kedua negara tersebut.

Baca Juga:  Tarif Resiprokal Trump Gugur, Indonesia Didorong Susun Ulang Strategi Dagang

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, memberikan peringatan keras. Meski tim nasional diperbolehkan bermain, bukan berarti pintu terbuka lebar bagi semua orang.

“Kami melarang semua pihak dari Iran yang terafiliasi dengan IRGC untuk menginjakkan kaki di Amerika Serikat selama Piala Dunia 2026,” tegas Rubio.

Dengan keputusan ini, Piala Dunia 2026 diprediksi akan menjadi edisi yang paling penuh muatan emosional. Pertandingan yang melibatkan Iran dipastikan bakal mendapat penjagaan super ketat (high security). (*)

TEMANISHA.COM