TOPMEDIA – Sejumlah warga negara indonesia (WNI) yang akan dievakuasi ke Indonesia menceritakan pengalaman saat berada di kawasan konflik. Zulfan Lindan, salah satu WNI yang tinggal di Iran, menceritakan detik-detik saat serangan udara melintas tepat di atas gedung KBRI Teheran hingga menyebabkan getaran hebat.
“Situasinya mencekam ketika kami berada di KBRI Teheran, itu 10 bom di atas KBRI lewat,” ujar Zulfan di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (10/3/2026).
Zulfan menuturkan, bom-bom tersebut jatuh dalam radius yang cukup dekat dengan lokasi KBRI. Jarak ledakan yang hanya berkisar 1 hingga 2 kilometer membuat suasana menjadi sangat tegang.
“Jaraknya 1 kilo sampai 2 kilo itu bom itu luar biasa, sehingga kaca-kaca di kedutaan itu bergetar,” ungkapnya.
Karena dampak getaran hebat tersebut, para WNI yang sedang berkumpul di dalam kedutaan sempat diminta untuk bersiap melakukan perlindungan darurat. Rencana awal, mereka akan dievakuasi ke ruang bawah tanah.
“Kami menuju basement sebenarnya, tapi kata dubes sementara nggak usah dulu,” tambah Zulfan.
Setelah memungkinkan rombongan akhirnya langsung diberangkatkan meninggalkan ibu kota Iran pada waktu subuh. Mereka menempuh jalur darat selama sembilan jam untuk mencapai perbatasan Azerbaijan.
“Nah subuh kami baru berangkat sekitar 9 jam sampai ke perbatasan Iran dengan Azerbaijan. Yang lama itu 5 jam kami tunggu di imigrasi perbatasan,” jelasnya. (*)



















