Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
INTERNATIONAL

Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Rencana Trump Ganti Rezim Berbalik Arah

×

Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Rencana Trump Ganti Rezim Berbalik Arah

Sebarkan artikel ini
epa12726146 An Iranian man holds a picture of Mojtaba Khamenei, the son of the Iranian Supreme Leader, as he takes part in celebrations of the 47th anniversary of the Islamic Revolution in Tehran, Iran, 11 February 2026. The Islamic Republic marks the anniversary of the 1979 revolution, which toppled the monarchy and established the Islamic Republic of Iran, with Ayatollah Ruhollah Khomeini serving as its first Supreme Leader. EPA/ABEDIN TAHERKENAREH
toplegal

TOPMEDIA – Penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran dinilai sebagai pukulan telak bagi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Keputusan yang diambil oleh Majelis Ahli Iran itu dianggap menggagalkan salah satu tujuan Washington dan Tel Aviv saat melancarkan serangan ke Iran.

Sejak awal, Donald Trump bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa serangan terhadap Iran juga bertujuan mendorong perubahan rezim. Amerika Serikat dan Israel menginginkan pemerintahan di Teheran yang lebih lunak serta bersedia menyesuaikan diri dengan kepentingan kedua negara tersebut.

HALAL BERKAH

Namun yang terjadi justru sebaliknya. Setelah tewasnya pemimpin tertinggi Iran sebelumnya, Ali Khamenei, Majelis Ahli memilih putra keduanya, Mojtaba Khamenei, sebagai penggantinya. Sosok Mojtaba dikenal memiliki kedekatan kuat dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) dan bahkan pernah bergabung dengan Batalyon Habib saat Perang Iran-Irak pada dekade 1980-an.

Analis dari Stimson Center, Barbara Slavin, menilai situasi ini sebagai kesalahan besar bagi Trump.

Baca Juga:  Penembakan Massal di Pantai Bondi Australia, 10 Orang Tewas Termasuk Pelaku

“Ini adalah kesalahan nyata Donald Trump yang sebelumnya mengatakan dia tidak menginginkan Mojtaba Khamenei (sebagai pemimpin tertinggi,” kata Barbara Slavin dari Stimson Institute dikutip Aljazirah.

Menurut Slavin, penunjukan Mojtaba juga membuat serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran semakin sulit dipahami. Apalagi dalam serangan tersebut, sebagian besar anggota keluarga Mojtaba dilaporkan ikut tewas.

“Mereka membunuh (Ali) Khamenei) dan membuat ia diganti putranya, seseorang yang akan marah, tentu saja, atas pembunuhan ayah, ibu, istri, dan salah satu anaknya dalam serangan Israel seminggu yang lalu.”

Slavin juga mengingatkan bahwa Mojtaba sebenarnya sudah lama terlibat dalam pemerintahan bersama ayahnya.

“Mengingat ancaman nyata yang dihadapi Republik Islam, tampaknya cukup logis untuk menempatkan [dia] di sana karena dia mengenal semua orang dan mengetahui semua hal”.

Baca Juga:  Ramai-Ramai Pemuda Israel Tolak Wajib Militer sebagai Penolakan Atas Genosida

Sementara itu, Direktur lembaga pemikir DiploHouse di Teheran, Hamid Reza Gholamzadeh, menegaskan bahwa keputusan pengangkatan Mojtaba sepenuhnya berada di tangan Majelis Ahli. Ia membantah anggapan bahwa ayahnya berperan dalam menentukan penggantinya.

“Itu tidak ada hubungannya dengan ayahnya,” kata Gholamzadeh kepada Aljazirah. “Majelis Pakar bertanggung jawab melakukan revisi teknis terhadap tokoh-tokoh yang mungkin dan yang paling sesuai dengan kriteria berdasarkan konstitusi, dan mereka telah memilihnya,” ujarnya.

Meski demikian, Gholamzadeh mengakui kedekatan Mojtaba dengan ayahnya membuat ia memahami betul situasi politik dan tantangan yang dihadapi Iran.

“Posisi pemimpin sebenarnya tidak perlu memiliki pengalaman eksekutif,” tambah Gholamzadeh. “Intinya adalah, semakin baik dia mengetahui situasinya, semakin baik dia mengetahui tantangan-tantangan kekuasaan eksekutif dalam praktiknya.”

Di dalam negeri, pemilihan pemimpin baru tersebut mendapat sambutan positif dari Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Ia menyebut pengangkatan Mojtaba sebagai awal dari babak baru bagi Iran.

Baca Juga:  Keindahan Alam Pink Beach Pulau Komodo Raih Penghargaan Pantai Terindah Dunia

“Pilihan berharga ini merupakan wujud keinginan bangsa Islam untuk mengkonsolidasikan persatuan nasional; kesatuan yang, seperti penghalang kokoh, telah membuat bangsa Iran tahan terhadap konspirasi musuh,” kata Pezeshkian dalam sebuah pernyataan yang dikutip kantor berita Fars.

Sebelumnya, sejumlah tokoh penting Iran juga telah menyatakan kesetiaan kepada pemimpin tertinggi baru. Di antaranya pimpinan Islamic Revolutionary Guard Corps, Ketua Parlemen Mohammad‑Bagher Qalibaf, serta politisi senior Ali Larijani.

Di sisi lain, media The Times of Israel melaporkan bahwa Presiden AS memilih tidak banyak berkomentar mengenai keputusan tersebut. Padahal sebelum pengumuman resmi, Donald Trump sempat menyatakan tidak akan membiarkan pengganti Khamenei ditentukan tanpa persetujuan Amerika Serikat.

Saat dimintai tanggapan setelah penunjukan Mojtaba diumumkan, Trump hanya menjawab singkat, “Kita lihat saja apa yang terjadi,” ujarnya. (*)

TEMANISHA.COM