TOPMEDIA – Ekosistem emas nasional menunjukkan pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah rekening simpanan emas di perbankan mencapai 766.050 rekening dengan total simpanan Rp 80,57 miliar atau setara 26,62 kilogram emas hingga Februari 2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan perkembangan ini menjadi bukti bahwa aktivitas bullion di perbankan semakin diminati masyarakat.
“Dapat kami sampaikan bahwa aktivitas bullion di perbankan menunjukkan perkembangan yang baik dalam kurun waktu yang sangat singkat,” ujarnya dalam acara Launching Indonesia’s Bullion Ecosystem Roadmap di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Selain simpanan, aktivitas perdagangan emas di perbankan mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 7,92 triliun, sementara jasa penitipan emas mencapai Rp 7,53 triliun.
OJK melihat potensi besar pengembangan bullion bank, terutama di sektor perbankan syariah, sebagai instrumen baru dalam memperkuat sistem keuangan nasional.
Tak hanya perbankan, ekosistem emas di sektor Pegadaian juga tumbuh signifikan. Berdasarkan catatan OJK, kelolaan emas di Pegadaian mencapai saldo 40,59 ton emas dengan valuasi sekitar Rp 102 triliun.
Jika ditambah produk cicil emas dan agunan gadai emas, total saldo ekosistem emas di Pegadaian mencapai 147,8 ton emas.
“Jumlah tersebut berasal dari berbagai layanan, antara lain deposito emas, pinjaman modal kerja emas, bullion trading, jasa titipan emas korporasi, serta tabungan emas,” jelas Dian.
Roadmap Bullion 2026–2031
Untuk memperkuat ekosistem emas, OJK bersama pemerintah dan pelaku usaha menyusun roadmap pengembangan dan penguatan kegiatan usaha bullion periode 2026–2031.
Roadmap ini terdiri dari dua bagian, yakni pengembangan ekosistem bullion dari hulu hingga hilir, serta roadmap kegiatan usaha bullion di industri jasa keuangan.
Dian menambahkan, roadmap tersebut bersifat living document yang dapat disesuaikan dengan dinamika ekonomi maupun perkembangan ekosistem emas.
“Dokumen ini akan menjadi panduan arah pengembangan ekosistem emas nasional ke depan,” tegasnya. (*)

















