TOPMEDIA-Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah titik di Iran, termasuk di ibu kota Teheran, pada Sabtu (28/2/2026).
Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan infrastruktur dan korban sipil, serta memperuncing situasi geopolitik di kawasan.
Menanggapi kondisi tersebut, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menggelar rapat internal sebagai langkah antisipasi. Ia mengimbau warga Surabaya untuk menunda perjalanan ke luar negeri hingga situasi kembali kondusif.
Eri menegaskan bahwa kondisi perang sulit diprediksi. Serangan dapat terjadi sewaktu-waktu dan menyasar berbagai lokasi. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak mengabaikan perkembangan situasi dan selalu mengutamakan keselamatan.
Selain imbauan bagi warga yang berada di dalam negeri, Pemerintah Kota Surabaya juga memberi perhatian khusus kepada warga Surabaya yang saat ini berada di kawasan Timur Tengah.
Mereka diminta meningkatkan kewaspadaan, memantau informasi resmi, serta mengikuti arahan otoritas setempat.
Menurut Eri, langkah pencegahan penting dilakukan mengingat dinamika konflik dapat berubah dengan cepat. Ia berharap seluruh warga Surabaya, baik yang berada di dalam maupun luar negeri, tetap berhati-hati di tengah eskalasi yang terjadi.
Terkait koordinasi, Pemkot Surabaya telah berkomunikasi dengan Kantor Kementerian Agama Surabaya untuk berkoordinasi lebih lanjut dengan Kementerian Agama guna mendata jumlah warga Surabaya yang berada di wilayah terdampak.



















