Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Hujan Deras dan Banjir Rob Rendam Osowilangun, Maksimalkan Rumah Pompa 24 Jam

×

Hujan Deras dan Banjir Rob Rendam Osowilangun, Maksimalkan Rumah Pompa 24 Jam

Sebarkan artikel ini
Pemkot Surabaya terus berkoordinasi dengan instansi tingkat nasional guna memastikan penanganan berjalan optimal dan tidak tumpang tindih kewenangan.
toplegal

TOPMEDIA-Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Surabaya memicu genangan air di kawasan Osowilangun. Kondisi tersebut semakin diperparah oleh banjir rob akibat pasang maksimum air laut.

Menghadapi situasi ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) bergerak cepat dengan mengoptimalkan operasional rumah pompa serta memperkuat koordinasi lintas instansi untuk mempercepat penanganan banjir.

HALAL BERKAH

Kepala DSDABM Surabaya, Hidayat Syah, menjelaskan bahwa Osowilangun merupakan kawasan yang terhubung dengan sejumlah jaringan sungai dan saluran utama, termasuk yang berada di bawah kewenangan pemerintah pusat. Karena itu, penanganan banjir tidak dapat dilakukan secara parsial dan membutuhkan sinergi antarlembaga.

Beberapa saluran besar yang menjadi perhatian antara lain Sungai Kalianak dan Sungai Kandangan, termasuk alur-alur yang bermuara ke laut.

Baca Juga:  Libatkan UKS Periksa Makan Bergizi Gratis agar Aman untuk Siswa

Pemkot Surabaya terus berkoordinasi dengan instansi tingkat nasional guna memastikan penanganan berjalan optimal dan tidak tumpang tindih kewenangan.

Atas arahan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, seluruh jajaran DSDABM diterjunkan sejak awal kejadian. Sejumlah rumah pompa di Balong I, Balong II, Kandangan, dan wilayah sekitarnya dioperasikan penuh secara bergantian selama 24 jam.

Petugas dibagi dalam sistem sif pagi, sore, dan malam untuk memastikan pompa terus bekerja tanpa henti. Selain itu, tim juga melakukan pembersihan sampah pada saluran dan saringan (screen), serta memastikan ketersediaan bahan bakar dan sarana pendukung tetap aman.

Menurut Hidayat, banjir dipengaruhi dua faktor utama, yakni curah hujan tinggi dan kondisi lingkungan. Karena itu, selain langkah teknis seperti pengoperasian pompa, pengaturan pintu air, serta pengerukan saluran, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan.

Baca Juga:  Cuaca Ekstrem Melanda Surabaya! Warga Kota Harus Waspada

Masyarakat diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama saat hujan. Saluran yang bersih akan mempercepat aliran air dan meminimalkan genangan.

Pemkot Surabaya memastikan seluruh pompa masih beroperasi dan pemantauan lapangan dilakukan secara berkala hingga genangan benar-benar surut dan aktivitas warga kembali normal.

Dalam jangka panjang, Pemkot juga menjalankan sejumlah program strategis, mulai dari pembangunan dan penambahan rumah pompa, pelebaran serta pengerukan sungai, hingga penguatan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat. Penanganan banjir ditegaskan sebagai program berkelanjutan, tidak hanya solusi sementara saat musim hujan tiba.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari BMKG Juanda, pada periode 13–20 Februari 2026 warga pesisir Surabaya diminta mewaspadai potensi banjir rob akibat pasang maksimum air laut.

Baca Juga:  LPDP Ungkap 44 Penerima Beasiswa Telah Disanksi, 8 Wajib Kembalikan Seluruh Dana

BMKG juga memprakirakan potensi cuaca ekstrem pada 15–21 Februari 2026, berupa hujan lebat, angin kencang, hujan es, hingga angin puting beliung.

Apabila terjadi kondisi darurat, masyarakat dapat menghubungi layanan darurat 112 atau WhatsApp 081-131-112-112 untuk mendapatkan penanganan cepat.

a

TEMANISHA.COM