TOPMEDIA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mencatat pencapaian penting dalam perjalanan 25 tahun pengabdiannya. Lembaga ini resmi memperoleh status WHO Listed Authority (WLA), menjadikannya otoritas pengawas obat dan makanan pertama dari negara berkembang yang masuk dalam daftar rujukan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menyampaikan bahwa capaian ini menjadi tonggak bersejarah karena menempatkan BPOM sejajar dengan lembaga pengawas dari negara-negara maju.
“Salah satu hadiah terindah di ulang tahun BPOM kali ini adalah kami telah sejajar dengan otoritas negara maju dan resmi menjadi WHO Listed Authority. BPOM menjadi yang pertama dari negara berkembang yang masuk dalam WLA,” ujarnya dalam pernyataan di Jakarta, Jumat.
Taruna menjelaskan, pengakuan tersebut merupakan hasil dari perjalanan panjang BPOM dalam menghadapi berbagai tantangan, sekaligus menjawab meningkatnya harapan masyarakat terhadap pengawasan obat dan makanan. Keberhasilan ini juga didukung oleh kerja sama lintas sektor yang terus diperkuat.
Sinergi dengan Dunia Pendidikan dan Riset
Dalam rangka memperkuat peran tersebut, BPOM juga menjalin kerja sama strategis dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Taruna Ikrar bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menandatangani nota kesepahaman terkait sinergi pengawasan obat dan makanan melalui dukungan pendidikan tinggi, ilmu pengetahuan, serta teknologi.
Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya dan diarahkan untuk memperkuat penelitian, inovasi, serta meningkatkan kemandirian Indonesia di bidang obat-obatan.
Menteri Brian menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk mendukung kolaborasi nasional, dengan lebih dari 4.000 perguruan tinggi, sekitar 300 ribu dosen, serta lebih dari 12 ribu profesor.
BPOM Award untuk Para Mitra
Sebagai penutup rangkaian perayaan usia perak, BPOM juga memberikan BPOM Award kepada berbagai mitra dari kalangan akademisi, dunia usaha, hingga pemerintah.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dukungan dan sinergi para pemangku kepentingan yang selama ini turut membantu BPOM menjalankan tugas pengawasan obat dan makanan di seluruh Indonesia. (*)



















