TOPMEDIA, JAKARTA – Kabar gembira datang dari Dalam Negeri. Bagi warga negara diatas 17 Tahun yang belum memiliki rekening, Pemerintah akan membukakan rekening gratis.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatkan terdapat data dari Danantara, baru ada sekitar 170 juta warga yang baru mempunyai rekening.
Kata Tito, ia menyarankan agar menggunakan data Dukcapil dalam proses penyaringan data. Hal ini mengingat 98% penduduk Indonesia telah tercatat dan terdata secara lengkap mulai dari wajah, sidik jari, nama, alamat, hingga status kependudukan.
Dengan berdasar data Dukcapil, menurut Tito data tersebut dapat disaring dengan cepat secara by name, by address hingga tingkat desa.
“Dari data yang ada di Danantara, perbankan itu 170 juta yang baru memiliki rekening sehingga kemarin kami menyampaikan, saya menyarankan menggunakan data Dukcapil,” ujar Tito dalam sambutannya di acara FEKDI x IFSE di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Tito juga menerangkan dengan pencocokan antara data kependudukan Dukcapil, pemerintah dapat mengidentifikasi secara presisi warga berusia 17 tahun ke atas yang belum mempunyai rekening bank.
Menurutnya, jika pencocokan dilakukan by name, by address ini dinilai krusial agar perincian data bisa dilakukan tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
“Kalau di rekonsiliasi, kita akan ketemu siapa yang umur 17 tahun ke atas yang belum memiliki rekening di bank. By name, by address, bukan hanya sampel, by name, by address, dan kita bisa belah lagi per provinsi, kabupaten, kota,” beber mantan Kapolri itu.
Sebelumnya, pemerintah berencana membukakan rekening gratis, sekaligus memberikan saldo awal Rp 50 ribu.
Dalam penerapan program teranyar ini pemerintah menyiapkan anggaran Rp 3,8 triliun dan menargetkan pelaksanaannya mulai tahun depan.
“Rekening gratis kami juga sudah laporkan kepada Pak Presiden, bahwa untuk rekening gratis ini dari hasil rekab, itu ada sekitar yang sudah di atas usia 17 tahun, belum punya rekening itu ada jumlah tertentu. Nah ini yang kita sedang lihat bahwa yang sejumlah tertentu tersebut, itu membutuhkan dana kalau kita kasih Rp 50 ribu sebesar Rp 3,8 triliun,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat ditemui di Hotel Fairmont, Jakarta, kemarin. (ton)



















