TOPMEDIA – Lonjakan harga plastik di pasar lokal sebesar 30 hingga 70 persen dalam beberapa pekan terakhir membuat pemerintah bergerak cepat. Kenaikan ini dipicu oleh kondisi geopolitik di Timur Tengah yang menyebabkan harga minyak global menanjak.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) kini tengah membahas skema subsidi untuk industri plastik sebagai solusi jangka pendek, sekaligus mencari alternatif bahan baku untuk jangka panjang.
Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, menyebut pemerintah belum memiliki solusi konkret, namun pembahasan subsidi sudah dilakukan bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
“Terkait harga, pemerintah akan terus berupaya mencarikan solusi terbaik. Pada prinsipnya, harga plastik sangat bergantung pada bahan baku. Beberapa waktu lalu, pemerintah tengah membahas kemungkinan pemberian skema subsidi untuk industri plastik,” ujar Roro di Surabaya, Selasa (28/4/2026).
Subsidi ini diharapkan dapat menekan harga plastik di pasaran dalam jangka pendek. Untuk jangka panjang, pemerintah berencana mencari pasokan alternatif bahan baku dari sumber lain yang tidak terdampak konflik geopolitik.
“Harapannya, kebijakan tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap harga secara keseluruhan. Untuk jangka panjang, pemerintah juga berupaya mencari alternatif pasokan bahan baku, seperti nafta, dari sumber lain,” terangnya.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Kemendag juga meluncurkan program Campuspreneur bekerja sama dengan perguruan tinggi dan Apindo.
Program ini bertujuan memperkuat sektor UMKM yang menyumbang sekitar 60 persen terhadap PDB nasional.
Dalam kunjungannya ke Universitas Airlangga Surabaya, Roro menekankan pentingnya pendidikan kewirausahaan dan akses pasar global bagi mahasiswa serta pelaku UMKM.
“Kami mengapresiasi Universitas Airlangga yang telah berinovasi dengan inkubator bisnis UMKM. Hal ini membuka peluang kerja sama luas dengan Kementerian Perdagangan,” ujarnya.
Lewat Campuspreneur, Kemendag akan membantu UMKM masuk ke ritel modern di dalam negeri serta memfasilitasi ekspor melalui Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center. (*)



















