TOPMEDIA, SURABAYA – Hasil imbang 1-1 saat menjamu Persijap Jepara di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Jumat (30/10) malam, berbuntut panjang bagi para pemain Persebaya Surabaya.
Suporter Bonek dan Bonita melancarkan aksi protes keras hingga menghadang bus rombongan pemain dan ofisial tim di luar stadion untuk menuntut pertanggungjawaban atas performa Green Force yang dinilai tidak konsisten.
Kemarahan pendukung dipicu oleh kegagalan Persebaya meraih poin penuh di kandang sendiri, terlebih lawan yang dihadapi merupakan penghuni posisi dasar klasemen.
“Kami mengkritik karena kami sayang, demi kebanggaan kami Persebaya. Kalau target Anda juara, tapi kalau seumpama permainan Anda seperti ini percuma juga, omong kosong,” cecar salah satu perwakilan Bonek di hadapan jajaran tim.
Merespons tekanan suporter, pelatih kepala Bernardo Tavares bersama jajaran pemain turun langsung dari bus untuk melakukan dialog. Tavares menegaskan bahwa seluruh staf dan pemain mengerti rasa kecewa suporter, namun ia memastikan tim telah bekerja keras.
“Klub dari pemain ini sudah memenangkan gelar Piala Presiden tahun ini dan membuat 58 poin musim kemarin. Saat ini, tidak ada yang lebih frustrasi daripada kami,” kata Tavares.
Pelatih asal Portugal itu meminta agar saling menghormati tetap dijaga di tengah dinamika hasil pertandingan. “Jadi, saya menghormati Anda, dan saya juga meminta agar Anda menghormati kami. Anda berhak merasa kesal kepada kami,” lanjutnya.
Kapten tim, Francisco Rivera, juga menyampaikan penyesalannya di hadapan massa pendukung. “Saya juga sedih melihat permainan tadi,” tutur pemain asal Meksiko ini singkat. Dialog berlangsung kondusif hingga akhirnya Bonek membubarkan diri secara tertib.
Laga pekan kedelapan tersebut berjalan alot bagi Persebaya. Meski tampil dominan sepanjang babak pertama melalui sederet peluang dari Yuran Fernandes, Miguel Pereira, dan Alex Martins, papan skor tetap menunjukkan angka 0-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, keputusan Tavares memasukkan Malik Risaldi untuk menambah daya gedor justru direspons tim tamu. Persijap mengejutkan tuan rumah pada menit ke-55 lewat gol Asko Kalezic memanfaatkan kelengahan barisan pertahanan Persebaya.
Tertinggal 0-1, Persebaya merespons dengan memasukkan Risto Mitrevski dan Yann Mabella. Usaha pantang menyerah Green Force baru membuahkan hasil pada masa injury time (90+1′). Berawal dari eksekusi sepak pojok Francisco Rivera, sundulan tajam Risto Mitrevski sukses mengoyak jala Persijap sekaligus mengubah skor menjadi 1-1.
Persebaya sebenarnya sempat berbalik unggul lewat gol Miguel Pereira sesaat kemudian. Namun, wasit menganulir gol tersebut karena menilai Alex Martins terlebih dahulu melakukan pelanggaran terhadap kiper Persijap. Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Tambahan satu poin ini menempatkan Persebaya Surabaya di posisi ketiga klasemen sementara dengan raihan 10 poin dari delapan pertandingan yang telah dijalani. (ton)



















