TOPMEDIA – Setelah seorang warga sipil terkena peluru nyasar, Komando Daerah Militer (Kodam) XX/Tuanku Imam Bonjol di Padang, Sumatera Barat (Sumbar) menutup sementara lokasi latihan menembak personel TNI.
Langkah itu diambil setelah insiden dugaan peluru nyasar mengenai dua warga sipil di kawasan Universitas Negeri Padang (UNP).
“Jadi, sejak ada kejadian kemarin, saat ini tempat latihan tersebut kita tutup,” kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XX/Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kav Taufiq, di Kota Padang, Kamis (4/6/2026).
Dari data yang terkumpul di Kodam XX, peristiwa peluru nyasar atau salah arah bukan pertama kalinya terjadi di kawasan Universitas Negeri Padang.
Oleh sebab itu, melalui adanya evaluasi, Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XX Imam Bonjol, Mayjen TNI Arief Gajah Mada, memutuskan untuk menutup sementara lokasi latihan menembak tersebut.
Kata Taufiq, penutupan dilakukan hingga tim internal menyatakan dan memastikan lokasi tersebut betul-betul aman untuk digunakan prajurit TNI kembali, termasuk mencegah adanya potensi insiden peluru salah arah di kemudian hari.
Dalam peristiwa itu, seorang mahasiswa Universitas Negeri Padang terkena peluru nyasar di bagian kaki pada hari Selasa (2/6). Selain itu, seorang laki-laki juga turut menjadi korban dalam insiden itu, tepatnya mengenai bagian tangan.
Taufiq saat kejadian membenarkan bahwa satuan Batalion Infanteri (Yonif) TP 897/Singgalang sedang melaksanakan latihan menembak. Namun, belum dapat dipastikan apakah sumber peluru tersebut berasal dari area latihan atau tidak.
Tim investigasi dari internal TNI saat ini terus mengumpulkan data-data untuk menelusuri asal muasal peluru tersebut.
Dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di kawasan Rektorat Universitas Negeri Padang, aparat Kodam Imam Bonjol juga meminta keterangan sejumlah orang di lokasi kejadian.
Saat ini pihak Kodam XX meminta masyarakat untuk memberi waktu agar petugas bisa segera mengungkap kasus peluru nyasar yang kemudian akan disampaikan kepada publik. (*)



















