TOPMEDIA, JAKARTA – Platform media sosial X kembali menerapkan kebijakan baru yang dinilai semakin mendorong pengguna untuk berlangganan layanan premium centang biru. Kali ini, pengguna yang belum terverifikasi dibatasi hanya dapat membuat 50 unggahan per hari.
Tak hanya membatasi jumlah unggahan asli, X juga menetapkan batas maksimal 200 balasan pesan per hari bagi akun tanpa centang biru.
Kebijakan tersebut pertama kali diketahui pengguna melalui pembaruan di halaman Pusat Bantuan X dan kemudian ramai diperbincangkan di media sosial.
Dalam penjelasan resmi platform itu disebutkan bahwa akun yang belum terverifikasi hanya diperbolehkan membuat “50 unggahan asli dan 200 balasan per hari”.
Jauh Lebih Ketat dari Aturan Sebelumnya
Aturan baru ini dinilai jauh lebih ketat dibanding kebijakan sebelumnya yang masih memperbolehkan pengguna membuat hingga sekitar 2.400 unggahan per hari.
Nantinya, pengguna akan menerima notifikasi otomatis ketika telah mencapai batas unggahan harian yang ditentukan oleh platform.
Langkah tersebut diduga menjadi bagian dari strategi X untuk mengurangi spam, akun bot, serta aktivitas otomatis yang selama ini kerap membanjiri platform.
Sejak diakuisisi oleh Elon Musk, X memang beberapa kali melakukan perubahan besar, termasuk menjadikan centang biru sebagai fitur berbayar dan memperketat sistem verifikasi akun.
Dorong Pengguna Berlangganan Premium
Kebijakan pembatasan ini sekaligus dinilai sebagai upaya X untuk meningkatkan jumlah pelanggan layanan premium.
Pengguna yang merasa aktivitasnya terganggu karena batas 50 unggahan per hari kemungkinan akan mempertimbangkan untuk berlangganan akun premium agar memperoleh akses lebih luas.
Saat ini, paket langganan dasar X Premium dibanderol mulai dari 3 dolar AS per bulan atau sekitar Rp53 ribu. Sementara paket tahunan ditawarkan dengan harga sekitar 32 dolar AS atau setara Rp567 ribu.
Selain mendapatkan centang biru, pelanggan premium juga memperoleh sejumlah fitur tambahan seperti prioritas balasan, unggahan video berdurasi lebih panjang, hingga pengurangan iklan.
Potensi Tuai Kritik Pengguna
Meski disebut bertujuan mengurangi spam dan bot, kebijakan baru tersebut diperkirakan memicu pro dan kontra di kalangan pengguna.
Bagi pengguna aktif yang gemar mencuit atau berdiskusi intens di platform, pembatasan itu dinilai cukup mengganggu kebebasan berinteraksi.
Sebagian pengamat juga menilai kebijakan tersebut berpotensi mendorong perpindahan pengguna ke platform media sosial lain yang tidak menerapkan pembatasan serupa.
Sebelumnya, X juga telah menghadirkan sejumlah fitur baru untuk meningkatkan transparansi akun, termasuk informasi profil tambahan yang mulai diperkenalkan sejak Oktober 2025. (*)



















