Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ECONOMY & FINANCE

Pemprov Jatim Instruksikan Pemerintah Daerah Percepat Tanam Padi Antisipasi El Nino

×

Pemprov Jatim Instruksikan Pemerintah Daerah Percepat Tanam Padi Antisipasi El Nino

Sebarkan artikel ini
Gubernur Khofifah bersama Plh. Dirjen Tanaman Pangan Kementan RI, Bupati Madiun Hari Wuryanto dan Wabup Purnomo Hadi, melakukan panen dan percepatan penanaman padi di Desa Gading, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jumat (8/5/2026). (Foto: Biro Adpim Pemprov Jatim)
toplegal

TOPMEDIA, MADIUN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim mengambil langkah proaktif menghadapi ancaman kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang diprediksi melanda pada tahun 2026.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menginstruksikan seluruh kepala daerah untuk segera melakukan percepatan masa tanam padi guna menjaga stabilitas produksi pangan.

HALAL BERKAH

Langkah strategis ini ditegaskan saat Gubernur Khofifah meninjau langsung kegiatan panen raya sekaligus mengawali percepatan tanam di Desa Gading, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jumat (8/5/2026).

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim, Heru Suseno, menjelaskan bahwa dalam kondisi normal, lahan biasanya diistirahatkan selama dua pekan setelah panen untuk pemulihan unsur hara.

Namun demi mengejar sisa ketersediaan air, masa tunggu tersebut kini dipangkas menjadi kurang dari satu pekan atau hanya 5-6 hari.

Baca Juga:  Empat Calon Sekda Surabaya Masuki Tahap Akhir, Pemkot Segera Ajukan Nama ke Gubernur Jatim

“Mumpung air masih ada di beberapa tempat dan hujan masih turun, kita harus percepatan tanam. Begitu panen selesai, langsung olah tanah dan tanam kembali dengan dukungan alat mesin pertanian (alsintan),” kata Heru Suseno.

Untuk mengatasi risiko penurunan kualitas tanah akibat percepatan tanam ini, Pemprov Jatim telah menyiapkan tim ahli yang akan memberikan perlakuan khusus.

Meliputi pengecekan pH tanah untuk memantau tingkat keasaman lahan secara real-time, menerapkan teknologi pemupukan dengan pemberian nutrisi tanah untuk mempercepat kembalinya unsur hara dan treatment khusus oleh dinas terkait untuk memastikan tanaman tetap tumbuh optimal meski masa jeda tanam singkat.

Pemprov Jatim mematok target ambisius yakni luas tanam padi tahun 2026 sebesar 2,43 juta hektare.

Baca Juga:  Pertamax Series Jadi Primadona Mudik Lebaran, Konsumsi Melonjak Signifikan

Target ini setara dengan capaian tahun lalu, namun pemerintah optimis angka bisa melampaui target melalui optimalisasi irigasi dan modernisasi alsintan.

“Dengan bantuan alsintan dan pembangunan infrastruktur irigasi, kami berharap luasan tanam ini tidak hanya tercapai, tapi bisa bertambah,” tambah Heru.

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung instruksi gubernur.

Sebagai salah satu daerah lumbung padi di Jatim, Madiun memiliki rekam jejak produksi yang kuat.

Berdasarkan data BPS, kinerja pertanian Kabupaten Madiun tahun 2025 tercatat sangat positif. Produksi padi mencapai 474.087 ton Gabah Kering Giling (GKG) dengan luas tanam 81.203 hektare.

Ia pun optimistis dengan sistem pemupukan yang tepat dan modernisasi alat, maka produksi tahun ini akan tetap optimal. “Kami siap mendukung swasembada pangan nasional melalui percepatan ini,” tegasnya.

Baca Juga:  Khofifah Tetapkan ASN Pemprov Jatim WFH Setiap Rabu Mulai April, Klaim Hemat BBM 108 Ribu Liter

Hal ini menunjukkan komitmen serius Jatim dalam menjaga ketahanan pangan agar tetap menjadi penyokong utama kebutuhan beras nasional di tengah ancaman El Nino. (*)

TEMANISHA.COM