Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
INTERNATIONAL

Iran Ajukan Proposal Perdamaian

×

Iran Ajukan Proposal Perdamaian

Sebarkan artikel ini
Selat Hormuz yang ada di kawasan Iran. (Foto: Istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Menurut laporan, Iran telah mengirimkan proposal gencatan senjata terbaru kepada Amerika Serikat (AS), via Pakistan sebagai mediator.

Islamabad mengajukan proposal terbaru kepada Washington yang bertujuan meredakan ketegangan di Selat Hormuz dan mengakhiri perang yang sedang berlangsung.

HALAL BERKAH

Dilansir dari TRT World dan Al Jazeera, Senin (27/4/2026), dilaporkan oleh media AS, Axios, yang mengutip sejumlah pejabat AS dan beberapa sumber yang memahami persoalan tersebut.

Axios mengatakan bahwa dalam laporan proposal Iran menawarkan syarat baru untuk membuka kembali Selat Hormuz, yang ditutup imbas perang yang berkecamuk antara Teheran melawan AS dan Israel.

Dari sumber yang ada, proposal terbaru Iran itu disebut memprioritaskan pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan blokade laut oleh AS sebagai langkah awal, “dengan negosiasi nuklir ditunda ke tahap selanjutnya”.

Baca Juga:  Saham Meta Anjlok 12%, Kekayaan Mark Zuckerberg Susut Rp 470 Triliun dalam Sehari, Ini Penyebabnya

Proposal Teheran juga mengusulkan perpanjangan gencatan senjata untuk jangka waktu yang lebih lama atau menuju diakhirinya permusuhan secara permanen.

Masih dari Axios, Islamabad sebagai mediator telah menyampaikan proposal tersebut kepada Gedung Putih. Namun belum diketahui secara jelas apakah AS akan bersedia mempertimbangkan proposal dengan syarat-syarat seperti itu.

Donald Trump, berdasar informasi dari tiga pejabat AS yang berbicara kepada Axios, diperkirakan akan menggelar rapat di Situation Room Gedung Putih pada Senin (27/4) dengan jajaran tim senior keamanan nasional dan kebijakan luar negerinya untuk membahas proposal terbaru Iran tersebut dan mempertimbangkan langkah selanjutnya.

Proposal baru diajukan saat kebuntuan diplomatik yang menyelimuti Washington dan Teheran semakin dalam, dengan gencatan senjata yang diperpanjang dan rapuh tetap diberlakukan di bawah tekanan. (*)

TEMANISHA.COM