Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Urai Simpul Macet di Surabaya Barat, PT SMI Kucurkan Rp 885 Miliar untuk JLLB dan Wiyung

×

Urai Simpul Macet di Surabaya Barat, PT SMI Kucurkan Rp 885 Miliar untuk JLLB dan Wiyung

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Foto: Instagram/@ericahyadi)
toplegal

TOPMEDIA, JAKARTA – Kabar baik bagi warga Surabaya, khususnya yang setiap hari berjibaku dengan kemacetan di wilayah barat.

Proyek prestisius Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) dan pelebaran koridor Wiyung-Menganti dipastikan bakal melaju kencang setelah PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI resmi menggelontorkan pembiayaan sebesar Rp 885,85 miliar kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

HALAL BERKAH

Suntikan dana segar ini menjadi pendorong untuk memecah kebuntuan lalu lintas di dua titik paling krusial di Kota Pahlawan.

Penandatanganan perjanjian dilakukan langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI, Faaris Pranawa, di Jakarta, Sabtu (25/4).

Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah mengungkapkan, dukungan ini merupakan respons atas kebutuhan infrastruktur perkotaan yang kian mendesak.

Baca Juga:  Ayu Ting Ting Sukses Gelar Konser Tunggal “Dangdut-Dangdutan”, Tuai Pujian dan Ungkapan Syukur

Menurutnya, Surabaya sebagai motor ekonomi Jawa Timur membutuhkan sistem transportasi yang lebih efisien untuk menjaga produktivitas.

“Kami melihat JLLB akan sangat efektif mendistribusikan arus lalu lintas agar tidak menumpuk di jalan utama. Sementara pelebaran Jalan Wiyung-Menganti akan langsung menyasar titik-titik bottleneck (penyempitan jalan) yang selama ini menghambat mobilitas warga,” ujar Reynaldi dikutip dari Antara, Minggu (26/4/2026).

Pembangunan dua proyek ini merupakan bagian dari roadmap tujuh proyek infrastruktur prioritas Surabaya periode 2026-2027. Secara total, Pemkot Surabaya memproyeksikan kebutuhan anggaran hingga Rp 3,16 triliun untuk merombak wajah transportasi kota dalam dua tahun ke depan.

Bagi Wali Kota Eri Cahyadi, kerja sama dengan PT SMI bukan sekadar soal pinjaman dana, melainkan strategi besar untuk meningkatkan daya saing Surabaya. Ia memproyeksikan bahwa dengan adanya dukungan pembiayaan ini, belanja modal pemkot akan melonjak drastis hingga 40,81 persen pada tahun 2026 dibanding tahun sebelumnya.

Baca Juga:  Kya-Kya Chunjie Fest 2026: Meriahkan Imlek dengan Budaya Pecinan

“Konektivitas adalah kunci. Jika jalan lancar, logistik murah, dan waktu tempuh singkat, ekonomi akan tumbuh merata. Tidak hanya di pusat kota, tapi menjangkau wilayah pinggiran,” kata Eri dengan nada optimis.

Hitung-hitungan ekonomi di atas kertas pun cukup menggiurkan. Pembangunan infrastruktur ini diprediksi mampu mendongkrak Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Surabaya hingga angka Rp 29,79 triliun. Kontribusi nyata dari pembiayaan PT SMI sendiri diperkirakan menyumbang sekitar Rp 9,1 triliun bagi perputaran ekonomi kota.

Sebagai lembaga pembiayaan pembangunan (DFI) di bawah Kementerian Keuangan, PT SMI mencatat komitmen yang cukup besar untuk daerah. Hingga Februari 2026, total komitmen pembiayaan ke pemda di seluruh Indonesia telah menembus Rp 37,08 triliun.

Baca Juga:  Gandeng Masyarakat dan Aparat, Pemkot Surabaya Perkuat Pengamanan Jelang Idul Fitri

Dukungan khusus untuk Surabaya ini menegaskan posisi kota ini sebagai prioritas dalam pengembangan smart and sustainable city. (*)

TEMANISHA.COM