TOPMEDIA, SURABAYA – Sinergi antara Pemkot Surabaya dan Polrestabes Surabaya dalam menjaga kondusivitas kota semakin erat. Terbaru, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi resmi menyerahkan hasil renovasi Asrama Koblen kepada Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, Selasa (14/4).
Langkah ini bukan sekadar urusan perbaikan fisik bangunan, melainkan bagian dari strategi fast response atau respons cepat kepolisian dalam melayani warga Kota Pahlawan.
Wali Kota Eri Cahyadi mengungkapkan, banyak personel kepolisian yang selama ini tinggal jauh di luar kota atau harus mengontrak di lokasi yang tidak strategis.
Kondisi ini sering kali menjadi kendala saat dibutuhkan penanganan darurat yang menuntut kecepatan.
“Pak Kapolres punya program fast response agar masyarakat aman, maka pengamanan harus cepat. Dengan asrama yang layak di pusat kota ini, anggota tidak perlu tinggal jauh-jauh. Begitu ada laporan, mereka bisa langsung geser,” tegas Eri usai penandatanganan prasasti penyerahan hasil renovasi Asrama Koblen di rumah dinasnya Jalan Sedap Malam Surabaya.
Eri menegaskan, bangunan tersebut tetap merupakan aset Polrestabes. Pemkot Surabaya hadir memberikan hibah renovasi agar bangunan bersejarah tersebut menjadi layak huni bagi para polisi garda terdepan keamanan kota.
Sementara itu, Kapolrestabes Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menyambut baik dukungan penuh dari Pemkot Surabaya untuk kinerja personel kepolisian.
Menurutnya, kepastian hunian di lokasi strategis seperti Jalan Koblen akan memangkas waktu tempuh personel menuju titik kejadian perkara.
“Tuntutan warga Surabaya semakin tinggi, mulai dari masalah parkir hingga isu keamanan lainnya. Kehadiran anggota di tempat tinggal yang strategis ini otomatis menambah kecepatan kami dalam memberikan pelayanan,” ujar Luthfie.
Selain Koblen, kolaborasi ini dipastikan berlanjut. Pemkot Surabaya saat ini tengah memproses lelang untuk perbaikan Mapolsek Tegalsari yang sempat terdampak musibah kerusuhan pada beberapa waktu lalu.
Jejak Sejarah Asrama Koblen: Dari Penjara Mewah ke Hunian Layak
Asrama Koblen yang kini berdiri gagah tersebut sejatinya memiliki rekam jejak sejarah yang panjang. Pada era kolonial Belanda, tempat ini lebih dikenal dengan nama Penjara Bubutan sebelum istilah Penjara Koblen populer.
Uniknya, catatan sejarah menyebutkan bahwa meski dari luar bangunan penjara ini tampak megah dan mewah, fasilitas di dalamnya sangat kontras.
Interiornya cenderung ala kadar, bahkan untuk urusan sanitasi hanya menggunakan sistem kakus jumbleng atau jamban lubang tanah.
Kini, kesan kumuh dari sisa-sisa era kolonial itu telah sirna. Lewat sentuhan renovasi Pemkot, eks penjara tersebut bertransformasi menjadi hunian modern yang diharapkan mampu memacu semangat personel kepolisian dalam menjaga kenyamanan warga Surabaya. (*)



















