TOPMEDIA-Pemerintah Kota resmi menerapkan sistem parkir digital atau pembayaran non-tunai di kawasan wisata Kebun Binatang Surabaya (KBS). Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan transparansi sekaligus mendorong digitalisasi layanan parkir di Kota Surabaya.
Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia KBS, Muhammad Nahroni, menjelaskan bahwa penerapan sistem parkir digital di kawasan KBS telah dimulai sejak 16 Maret 2026. Pelaksanaan tersebut dilakukan setelah melalui koordinasi intensif dengan Dinas Perhubungan Kota Surabaya.
Menurut Nahroni, sebelum sistem diberlakukan, pihak pengelola KBS bersama Dishub Surabaya telah melakukan berbagai persiapan, mengingat metode pembayaran digital merupakan hal baru bagi sebagian pengunjung maupun pengelola.
Ia menyebutkan bahwa pada tahap awal implementasi, sistem parkir digital berjalan lancar tanpa kendala berarti. Hal ini menunjukkan kesiapan infrastruktur serta dukungan dari berbagai pihak dalam mendukung digitalisasi layanan parkir di kawasan wisata tersebut.
Terkait tarif parkir, Nahroni memastikan tidak ada perubahan dari ketentuan sebelumnya. Pengunjung sepeda motor tetap dikenakan tarif Rp5.000, sedangkan mobil Rp10.000 dengan sistem tarif tetap (flat).
Sistem pembayaran yang diterapkan juga tergolong fleksibel karena mendukung berbagai metode transaksi digital, mulai dari QRIS hingga penggunaan kartu uang elektronik (e-money).
Respons pengunjung terhadap sistem parkir digital di KBS dinilai cukup positif. Meski demikian, Nahroni mengakui bahwa pada saat kunjungan ramai, proses pembayaran menggunakan QRIS terkadang membutuhkan waktu sedikit lebih lama dibanding metode lain.
Untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pengunjung, pihak KBS bersama Dishub Surabaya berencana menambah perangkat pembayaran di pintu masuk, sehingga alur kendaraan dapat berjalan lebih cepat, serupa dengan sistem gerbang tol otomatis.
Selama periode libur nasional dan cuti bersama Hari Raya Nyepi serta Hari Raya Idulfitri tahun 2026, jumlah pengunjung KBS tercatat mencapai sekitar 40 ribu orang. Mayoritas pengunjung merupakan keluarga yang memanfaatkan waktu libur untuk mengenalkan satwa kepada anak-anak.
Dari sisi akses, pintu utama dan pintu 12 masih menjadi jalur favorit bagi pengunjung. Selain itu, keberadaan Tunnel Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) menuju KBS juga memberikan kontribusi signifikan terhadap arus kunjungan, dengan persentase sekitar 40 hingga 49 persen dari total pengunjung.
Melalui penerapan parkir digital ini, Pemkot Surabaya berharap layanan parkir di kawasan wisata semakin tertata, transparan, dan memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi tanpa uang tunai.



















