TOPMEDIA – Italia memang gagal menembus Piala Dunia 2026 untuk kali ketiga secara beruntun, namun, kegagalan kali ini dimanfaatkan Kanada selaku host ajang sepak bola empat tahunan itu.
Negara di paling Utara benua Amerika itu mempunyai cara unik. Negara tuan rumah itu menawarkan program tukar jersey gratis bagi para fans Italia yang kecewa.
Melalui Canada Soccer, Kanada menggelar acara khusus di kawasan Little Italy, Toronto. Para suporter diminta membawa jersey Italia mereka untuk ditukar dengan jersey Kanada secara cuma-cuma.
Komunitas Italia-Kanada disana terbilang cukup besar, maka menjalankan program ini sebagai upaya menarik dukungan dari komunitas Italia-Kanada.
Berdasarkan data sensus 2021, lebih dari 1,5 juta warga Kanada memiliki keturunan Italia, atau sekitar 4,3 persen dari total populasi.
Paulo Senra selaku Perwakilan Canada Soccer, menyebut bahwa sepak bola di Kanada tumbuh subur berkat kontribusi berbagai komunitas, termasuk warga keturunan Italia. Oleh karenanya, mereka ingin semua fans bersatu mendukung tim tuan rumah di Piala Dunia 2026.
Di gelaran tahun ini, Italia harus menelan pil pahit setelah gagal lolos usai kalah dramatis dari Bosnia and Herzegovina lewat adu penalti di babak kualifikasi. Kekalahan itu memastikan Gli Azzurri kembali absen di panggung terbesar sepak bola dunia.
Tentu menjadi hal sangat menarik seandainya lolos, Italia seharusnya tergabung di Grup B bersama Kanada, Switzerland, dan Qatar.
Kini, Kanada berharap momentum sebagai tuan rumah bisa semakin besar dengan dukungan baru, bahkan dari fans yang sebelumnya setia kepada Italia.
Situasi semakin keruh setelah Presiden FIGC Gabriele Gravina dan kepala delegasi Gianluigi Buffon turut mengundurkan diri dari jabatan mereka.
Disusul pelatih kepala Gattuso ikut undur diri setelah menyepakati pemutusan kontrak dirinya setelah kegagalan itu.
Gattuso dalam pernyataannya mengaku meninggalkan jabatannya dengan perasaan berat. Ia menilai kegagalan mencapai target menjadi alasan utama untuk mundur dan memberi jalan bagi keputusan baru federasi.
“Dengan berat hati, dan karena tidak mencapai target yang kami tetapkan, saya merasa masa saya sebagai pelatih tim nasional telah berakhir,” ujar Gattuso. (*)



















