TOPMEDIA-Sebuah lembaga riset independen bernama PT Siagian Global Research (SGR) resmi berdiri dan mulai beroperasi di Indonesia. Lembaga ini berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui pendekatan kolaboratif lintas disiplin.
PT Siagian Global Research berdiri berdasarkan Keputusan Menteri Hukum Republik Indonesia Nomor AHU-015135.AH.01.30 Tahun 2026 dan berkedudukan di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Kehadiran lembaga ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem riset nasional melalui kolaborasi antara para peneliti dari berbagai bidang ilmu di seluruh Indonesia.
SGR mengusung konsep kolaborasi terbuka dengan melibatkan ratusan peneliti lintas disiplin dalam satu sistem kerja yang terstruktur, transparan, dan menjunjung tinggi integritas ilmiah.
Lembaga ini dipimpin oleh ilmuwan polimatik Ruben Cornelius Siagian, yang menekankan pentingnya tata kelola organisasi berbasis Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Dalam sistem tersebut, peneliti ditempatkan sebagai pusat utama dalam setiap aktivitas riset dan pengembangan.
Selain itu, perusahaan juga berkomitmen mendukung pengembangan akademik dengan menyediakan dukungan pembiayaan publikasi ilmiah bagi para peneliti. Upaya ini diiringi dengan penerapan standar etika yang ketat melalui Kode Etik dan Kode Perilaku Periset (KEKPP).
Sebagai bentuk kontribusi terhadap pembangunan nasional, SGR telah menjalankan sejumlah proyek riset strategis yang mencakup berbagai sektor penting. Beberapa di antaranya meliputi kajian kebijakan publik serta penguatan tata kelola berbagai program nasional.
Melalui berbagai program tersebut, SGR diharapkan dapat memberikan rekomendasi berbasis data dan penelitian ilmiah yang mendukung pengambilan keputusan di berbagai sektor pembangunan.
Pihak manajemen berharap informasi mengenai berdirinya lembaga ini dapat menjadi referensi bagi publik serta membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, baik dari kalangan akademisi, industri, maupun pemerintah.
SGR juga menyatakan kesiapan untuk memberikan informasi tambahan maupun membuka peluang wawancara apabila diperlukan untuk mendukung publikasi lebih lanjut.



















