TOPMEDIA – Harga ayam hidup di tingkat peternak kembali mengalami penurunan signifikan. Saat ini, harga ayam hanya mencapai Rp 18.500 per kilogram (kg), jauh di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 25.000 per kg.
Kondisi ini membuat peternak merugi karena biaya produksi lebih tinggi dibandingkan harga jual.
Peternak dari Persatuan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo), Asep Saepudin, menjelaskan bahwa Harga Pokok Produksi (HPP) ayam hidup kini mencapai Rp 22.000 per kg.
“Harga ayam sudah drop di Rp 18.500 per kg, setiap hari bisa turun Rp 500-1.000 per kg. HPP kita Rp 22.000 per kg, artinya peternak rugi Rp 4.000 per kg dari produksinya,” ujarnya kepada detikcom, Sabtu (4/4/2026).
Asep menambahkan bahwa kenaikan harga pakan menjadi salah satu faktor utama. “Harga pakan naik sekitar Rp 200 per kg, sebelumnya normal di Rp 8.200-8.500 per kg, sekarang sudah naik,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa selama bulan Ramadan harga ayam relatif stabil karena permintaan tinggi. Namun setelah Idul Fitri, stok ayam tidak terserap maksimal.
“Program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum berjalan, ditambah libur sekolah, sehingga stok menumpuk. Kondisi ini menekan harga, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur, lalu berimbas ke Jawa Barat dan Banten,” jelasnya.
Kerugian yang dialami peternak bukan hanya soal angka, tetapi juga keberlangsungan usaha kecil yang bergantung pada stabilitas harga. Asep berharap pemerintah segera turun tangan.
“HPP kita sudah di Rp 22.000. Harapan kita bisa jual kembali di harga Rp 24.000 per kg,” pungkasnya. (*)



















