Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Kemarau Tak Serentak, Akan Ada Daerah yang “Menyengat” Lebih Awal

×

Kemarau Tak Serentak, Akan Ada Daerah yang “Menyengat” Lebih Awal

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi cuaca panas. (Foto: Istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Sejumlah wilayah di Indonesia akan mulai merasakan suhu panas yang lebih tinggi, termasuk pada periode awal musim kemarau April 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memprediksi, kendati belum pada titik yang mencapai puncak panas tahunan, beberapa daerah diperkirakan sudah mengalami suhu relatif tinggi dibanding wilayah lainnya.

HALAL BERKAH

Climate Outlook 2026 memberi laporan suhu rata-rata tahunan di Indonesia diperkirakan berada di kisaran 25-29 derajat Celsius menurut BMKG.

“Sepanjang 2026, kami memprediksikan bahwa suhu di Indonesia berkisar antara 25-29°C untuk rata-rata tahunannya,” ujar Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan dalam konferensi pers Climate Outlook 2026 secara daring beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Nenek Elina Laporkan Polsek Lakarsantri Ke Propam Polda

Ada wilayah yang berpotensi terasa panas menyengat sejak awal musim kemarau, umumnya berada di zona dengan proyeksi suhu di atas 28 derajat Celsius.

Adapun daerah tersebut meliputi sebagian Sumatra bagian selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, pesisir utara Jawa, hingga Papua Selatan.

Selanjutnya untuk wilayah dataran tinggi seperti Bukit Barisan di Sumatra, Pegunungan Latimojong di Sulawesi, dan Pegunungan Jaya Wijaya di Papua diperkirakan tetap lebih sejuk dengan suhu di bawah 25 derajat Celsius.

Jika membandingkan dengan rata-rata klimatologis periode 1991-2020, sebagian besar wilayah Indonesia juga diperkirakan tetap mengalami kondisi lebih hangat dengan anomali suhu sekitar 0,2 hingga 0,6 derajat Celsius.

“Jadi secara akumulatif rata-rata nasional tahun 2026 itu berada di dalam range dari temperatur yang pernah terjadi selama beberapa tahun terakhir,” ujar dia.

Baca Juga:  Rumah Bank Sampah dan Rumah Cacing Jadi Percontohan Lingkungan Bersih di Surabaya

BMKG selanjutnya memperkirakan puncak musim kemarau baru akan terjadi pada Agustus hingga September, hal itu ditandai dengan suhu rata-rata bulanan mencapai 25,5 hingga 30 derajat Celsius.

Namun, di beberapa tempat tren pemanasan sudah mulai terasa sejak bulan-bulan awal kemarau, termasuk April.

Meski begitu, tingkat panas pada 2026 diprediksi tidak akan menyamai kondisi ekstrem yang terjadi pada 2024.

“Kita memang ekspektasikan tahun 2026 itu tidak sepanas tahun 2024. Demikian pula prediksi pusat global iklim lainnya di negara lain itu mayoritas dikarenakan saat ini berlangsung fenomena La Nina yang biasanya ikut secara temporer mendinginkan suhu permukaan bumi selama kurang lebih 1 tahun hingga 1,5 tahun,” tutur Ardhasena.

Baca Juga:  Awas! Titik Peta Megathrust di Indonesia Bertambah

Pada umumnya suhu udara permukaan pada 2026 diperkirakan berada di kisaran -0,5 hingga +0,6 derajat Celsius.

Wilayah dengan anomali tertinggi diprediksi akan terjadi di Kalimantan Timur dan sebagian Jambi, sementara anomali terendah berada di dataran tinggi Jawa Tengah dan beberapa wilayah Nusa Tenggara. (*)

TEMANISHA.COM