Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Penelitian Baterai Korea Selatan Bikin Produsen Mobil Bensin Ketar-Ketir

×

Penelitian Baterai Korea Selatan Bikin Produsen Mobil Bensin Ketar-Ketir

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi pengisian batere mobil listrik. (Foto: Istimewa/PLN) Sumber: https://kilasbumn.kompas.com/pln/read/2023/08/13/172700115/cerita-dua-pengguna-kendaraan-listrik-biaya-operasional-lebih-murah-dan.
toplegal

TOPMEDIA – Pesatnya perkembangan teknologi berimbas ke sektor otomotif. Saat ini, kendaraan listrik mendominasi jalanan di berbagai dunia dan membuat eksistensi kendaraan bensin terancam.

Baru-baru ini, sebuah inovasi baterai mobil baru ditemukan oleh peneliti di Pohang University of Science and Technology (PUST) Korea Selatan (Korsel).

HALAL BERKAH

Mereka berhasil mengembangkan baterai berbahan silikon untuk electric vehicle (EV).

Temuan ini menjadi titik balik dalam industri otomotif, yang mana hal ini dapat menghapus ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM) alias bensin. Selain juga mempercepat peralihan pada kendaraan listrik.

Baterai silikon memiliki keuntungan yang berhasil ditemukan adalah daya jelajahnya yang sangat jauh. Satu kali pengisian daya, baterai silikon diklaim bisa menempuh jarak hingga 1.000 km.

Baca Juga:  Pelaku Usaha Komunikasi Keluhkan Mahal dan Ribetnya Birokrasi Pembangunan Telekomunikasi

Penelitian tersebut juga berhasil mengatasi tantangan penggunaan baterai silikon. Baterai jenis ini akan bertambah besar mencapai tiga kali saat dicas dan baru kembali menyusut.

Dengan begitu, kebanyakan peneliti mencoba membuat inovasi. Baterai dengan silikon berbentuk partikel nano dengan ukuran sangat kecil.

Hal ini justru memunculkan masalah baru. Partikel nano membutuhkan ongkos produksi yang mahal dan proses yang kompleks.

Sementara itu, peneliti Korea juga melakukan pendekatan berbeda yakni dengan menggunakan silikon berukuran 1.000 kali lebih besar yakni dalam skala mikro.

Dengan hasil penelitian itu hasilnya lebih mudah dan murah dalam produksi dan densitas energi yang lebih lega.

Terkait kembang-kempisnya partikel silikon, para peneliti menggunakan gel polimer elektrolit. Ini nantinya akan berubah saat silikon juga berubah bentuk.

Baca Juga:  Ammar Zoni Kembali Diseret ke Meja Hijau, Diduga Kendalikan Peredaran Narkoba dari Balik Penjara

Gel diikat secara kimia dengan radiasi lewat tembakan elektron. Hasilnya adalah ikatan stabil meski partikel silikon kembang-kempis.

Dari penelitian itu mereka dapat membuat baterai silikon yang setara dengan lithium ion standar dengan densitas energi mencapai 40 persen lebih besar.

Menurut para peneliti, baterai silikon rancangan mereka bisa mudah diaplikasikan.

“Kami menggunakan anoda mikro-silikon, hasilnya tetap baterai yang stabil. Riset ini membawa kita lebih dekat ke sistem baterai lithium-ion densitas-energi-tinggi,” kata Park Soojin dari Pohang University dalam penelitiannya, dikutip dari Postech, Selasa (24/3/2026). (ton/top)

TEMANISHA.COM