Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ENTREPRENEURSHIP

Menaker Yassierli Tekankan Hubungan Industrial Humanis dan Keselamatan Mudik Pekerja

×

Menaker Yassierli Tekankan Hubungan Industrial Humanis dan Keselamatan Mudik Pekerja

Sebarkan artikel ini
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, menegaskan hubungan industrial harus dibangun atas dasar kepedulian antara manajemen dan pekerja, bukan sekadar pemenuhan hak normatif.
toplegal

TOPMEDIA-Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan pentingnya membangun hubungan industrial yang dilandasi kepedulian antara manajemen dan pekerja, bukan hanya sekadar memenuhi hak-hak normatif.

Hal tersebut disampaikan saat melepas program mudik gratis bagi pekerja/buruh PT Pamapersada Nusantara di Jakarta Timur.

HALAL BERKAH

Menurut Yassierli, hubungan industrial yang sehat tidak hanya berfokus pada upah, peraturan kerja, dan pemenuhan hak pekerja.

Lebih dari itu, diperlukan keterlibatan aktif serta kepedulian dari kedua belah pihak agar perusahaan dapat berkembang dan pekerja merasa dihargai.

Ia mengibaratkan hubungan antara manajemen dan pekerja seperti dua roda gigi yang saling terhubung. Jika hanya satu yang bergerak, kinerja tidak akan optimal.

Namun, apabila keduanya bergerak bersama, perusahaan dapat berkembang lebih cepat. Tujuan tersebut dapat tercapai ketika manajemen memperhatikan kesejahteraan pekerja, sementara pekerja turut berkontribusi meningkatkan produktivitas perusahaan.

Baca Juga:  5 Kesalahan Umum Instalasi Jaringan Kantor yang Bisa Ganggu Operasional Bisnis

Program Mudik Gratis sebagai Bentuk Kepedulian

Yassierli menilai program mudik gratis yang diselenggarakan perusahaan bukan sekadar penyediaan sarana transportasi, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap pekerja.

Program ini memberikan manfaat langsung karena membantu pekerja pulang ke kampung halaman dengan aman dan nyaman saat momen Idulfitri.

Ia juga memberikan apresiasi kepada perusahaan yang menyediakan fasilitas mudik gratis bagi karyawan.

Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan bahwa dunia usaha tidak hanya berorientasi pada target produksi, tetapi juga memperhatikan kebutuhan pekerja, khususnya pada momen penting seperti Lebaran.

Pemerintah, lanjutnya, akan terus mendukung berbagai program yang menunjukkan kepedulian perusahaan terhadap kesejahteraan tenaga kerja.

Keselamatan Pengemudi Jadi Perhatian Utama

Dalam kesempatan yang sama, Yassierli menyoroti pentingnya faktor keselamatan selama perjalanan mudik.

Baca Juga:  Wajib Halal Oktober 2026, BPJPH Pastikan UMK Didampingi Secara Profesional

Ia menyebutkan bahwa dua faktor utama penyebab kecelakaan adalah kondisi kendaraan dan kesiapan pengemudi.

Oleh karena itu, kesiapan fisik dan mental pengemudi serta kernet harus menjadi perhatian utama.

Tahun ini, Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia bekerja sama dengan Perhimpunan Ergonomi Indonesia serta sejumlah perguruan tinggi untuk melakukan pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi dan kernet bus di enam wilayah.

Pemeriksaan tersebut meliputi tes kesehatan serta tes kewaspadaan berbasis komputer untuk memastikan para pengemudi berada dalam kondisi prima sebelum bertugas.

Yassierli menjelaskan bahwa pihaknya telah menggunakan alat khusus yang mampu mengukur tingkat kewaspadaan pengemudi hanya dalam waktu sekitar lima menit.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, dapat diketahui apakah pengemudi layak menjalankan tugas atau memerlukan waktu istirahat tambahan.

Kurang Istirahat Tingkatkan Risiko Kecelakaan

Menurut Yassierli, rendahnya tingkat kewaspadaan pengemudi umumnya disebabkan oleh kurangnya waktu istirahat. Kondisi ini sering dianggap sepele, padahal dapat menurunkan konsentrasi dan meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.

Baca Juga:  Polemik Pemasangan CCTV Parkir di Surabaya Selesai, Bapenda dan APKRINDO Sepakat Tentukan Titik Lokasi

Ia mengungkapkan bahwa dalam beberapa kasus, pengemudi hanya tidur selama dua hingga tiga jam sebelum bertugas. Waktu istirahat yang tidak mencukupi tersebut berpotensi membahayakan keselamatan penumpang.

Karena itu, Yassierli mengimbau seluruh pengemudi angkutan umum untuk memperhatikan kondisi kesehatan dan memastikan waktu istirahat yang cukup sebelum memulai perjalanan.

Keselamatan penumpang, menurutnya, sangat bergantung pada kesiapan fisik dan mental pengemudi.

Melalui program mudik gratis dan peningkatan pengawasan keselamatan, pemerintah berharap perjalanan mudik pekerja dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan penuh kepedulian antara perusahaan dan tenaga kerja.

TEMANISHA.COM