TOPMEDIA – Jumlah pemudik yang menggunakan angkutan umum pada Lebaran 2026 mengalami peningkatan signifikan. Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026/1447 H mencatat total 6.251.806 penumpang sejak 13 hingga 17 Maret 2026.
Angka ini naik 10,98 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai 5.633.141 penumpang.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan, Ernita Titis Dewi, menjelaskan bahwa tren kenaikan terjadi karena masyarakat memilih mudik lebih awal.
“Peningkatan pergerakan penumpang dari H-8 hingga H-4 menunjukkan masyarakat mulai melakukan perjalanan serentak, terutama karena 18 Maret sudah memasuki cuti bersama Nyepi,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).
Moda kereta api mencatat kenaikan tertinggi, yakni 15,67 persen dengan total 1.863.782 penumpang dibandingkan 1.611.291 pada tahun lalu.
Angkutan udara naik 8,14 persen menjadi 1.424.872 penumpang, angkutan laut naik 10,50 persen menjadi 527.535 penumpang, angkutan penyeberangan naik 11,27 persen menjadi 1.511.072 penumpang, dan angkutan darat naik 6,41 persen menjadi 924.545 penumpang.
Titis menegaskan bahwa kebijakan work from anywhere (WFA) dan cuti bersama menjadi faktor utama meningkatnya mobilitas lebih awal.
“Tren kenaikan ini menunjukkan masyarakat memanfaatkan fleksibilitas kerja dan cuti bersama untuk menghindari kepadatan arus mudik di hari-hari puncak,” katanya.
Kementerian Perhubungan juga memberi perhatian khusus pada titik kepadatan seperti Pelabuhan Gilimanuk dan Bandara I Gusti Ngurah Rai yang akan ditutup saat perayaan Nyepi.
Selain itu, faktor cuaca dan geologi turut dipantau. Pada H-4, sebaran abu vulkanik dari Gunung Ibu Halmahera dan Gunung Semeru sempat berdampak pada sejumlah rute penerbangan, meski secara umum operasional transportasi tetap berjalan normal.
Lonjakan pemudik angkutan umum pada Lebaran 2026 menegaskan perubahan pola perjalanan masyarakat yang kini lebih memilih mudik lebih awal.
Dengan moda kereta api mencatat kenaikan tertinggi, Kementerian Perhubungan terus memastikan kelancaran operasional transportasi, termasuk mengantisipasi kepadatan dan faktor cuaca.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi resmi dari operator dan petugas di lapangan, serta mematuhi arahan demi kenyamanan bersama,” pungkas Titis. (*)



















