TOPMEDIA – Lonjakan mobilitas wisatawan nusantara diperkirakan akan terjadi selama libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memprediksi jumlah pergerakan wisatawan mencapai 144 juta orang, dengan potensi perputaran ekonomi nasional hingga Rp 190 triliun.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Kementerian Pariwisata menyiapkan langkah pengawasan dan peninjauan di 118 destinasi wisata di berbagai wilayah Indonesia.
“Kami ingin memastikan destinasi wisata siap menerima wisatawan yang akan berlibur selama libur Nyepi dan Lebaran. Karena itu, kami melakukan peninjauan langsung di berbagai daerah,” ujar Widiyanti saat memberikan pernyataan di Stasiun Cirebon, Selasa (10/3/2026).
Surat edaran juga telah dikirimkan kepada pemerintah daerah, asosiasi, dan pelaku usaha pariwisata agar meningkatkan kesiapan menghadapi masa libur panjang.
Selain itu, industri perjalanan dan platform daring (OTA) didorong untuk memberikan promosi dan diskon bagi masyarakat.
Kunjungan Menteri Pariwisata diawali dari Kota Cirebon, yang dikenal memiliki potensi wisata budaya.
Widiyanti meninjau sejumlah titik wisata dan infrastruktur transportasi, seperti Keraton Kasepuhan, Museum Topeng, kawasan batik Desa Trusmi, hingga Stasiun Kejaksan Cirebon.
Menurut Widiyanti, peninjauan ini bertujuan memastikan fasilitas pendukung di destinasi wisata siap menghadapi lonjakan pengunjung, sehingga wisatawan dapat menikmati liburan dengan aman dan nyaman bersama keluarga.
Pemerintah pusat juga berkomitmen menjalin kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk memperkuat sektor pariwisata sepanjang 2026. (*)



















