Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Warga Miskin Tak Terpengaruh, Kenaikan Iuran BPJS Hanya untuk Kelas Menengah Keatas

×

Warga Miskin Tak Terpengaruh, Kenaikan Iuran BPJS Hanya untuk Kelas Menengah Keatas

Sebarkan artikel ini
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Ramai pemberitaan kenaikan iuran BPJS Kesehatan, Menteri Kesehatan RI (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan kenaikan resmi iuran BPJS Kesehatan hanya berpengaruh ke masyarakat kelas menengah ke atas.

Kelas menengah keatas yang selama ini membayar iuran secara mandiri, misalnya sekitar Rp 42 ribu per bulan.

HALAL BERKAH

Kenaikan itu tidak berdampak pada kelompok miskin. Menkes menyebut, peserta dari desil 1 sampai 5 tetap ditanggung pemerintah melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI).

“Kenaikan premi BPJS tidak ada pengaruhnya sama sekali kepada masyarakat miskin. Ini hanya berpengaruh pada masyarakat menengah ke atas,” tegas Menkes, Rabu (25/2/2026).

“Konsepnya asuransi sosial seperti BPJS memang orang yang mampu mensubsidi yang kurang mampu. Sama seperti pajak, yang kaya bayar lebih besar tapi akses jalannya sama,” ujarnya.

Baca Juga:  Prabowo Tunjuk Eks Dokter TNI Prihati Pujowaskito sebagai Dirut Baru BPJS Kesehatan

Diberitakan sebelumnya, Menkes menegaskan iuran BPJS Kesehatan sebaiknya memang harus naik setiap 5 tahun sekali. Hal ini karena adanya inflasi dan perluasan layanan.

“BPJS itu udah negatifnya (defisit, red) setahunnya Rp 20-an triliun, udah hampir Rp 20 triliun,” kata Menkes di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta Pusat, Senin (23/2/2026).

“Jadi memang tidak mungkin tarif BPJS itu tidak disesuaikan setiap 5 tahun, kenapa? Karena inflasi ada, kedua layanannya makin diperluas oleh pemerintah,” sambungnya. (*)

TEMANISHA.COM