TOPMEDIA – Viral penanda di Google Maps “tembok ratapan” yang berada tepat di rumah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), membuat ajudan pribadinya, AKBP Syarif Fitriansyah, memastikan tak ada batasan pengunjung ke rumah pribadi Jokowi usai viral berita itu.
Syarif kemudian mengimbau agar masyarakat tidak memerlakukan rumah Jokowi seperti ‘tembok ratapan’. “Tidak ada (pembatasan), tetap seperti biasa saja,” ujar Syarif, Senin (16/2/2026).
Kata Syarif, banyak masyarakat melakukan aksi meratap di pintu gerbang kediaman ayahanda Wapres Gibran Rakabuming Raka tersebut.
Bahkan, saat ini masih ada beberapa pengunjung yang mencoba melakukan aksi serupa hingga hari ini.
Fenomena ini mencuat setelah kediaman Jokowi di Jalan Kutai Utara No. 1, Banjarsari, Surakarta, ditandai sebagai ‘Tembok Ratapan Solo’ di Google Maps.
Kondisi itu diperkuat sebuah video amatir beredar yang melihatkan seorang pemuda meratap di depan gerbang rumah tersebut. “Ya ada saja (yang meratap), kita imbau supaya tidak melakukan hal serupa,” ujarnya.
Syarif menegaskan bahwa lokasi tersebut merupakan hunian pribadi, bukan tempat wisata religi atau monumen seperti yang dituliskan di platform digital.
“Karena di sini merupakan kediaman Bapak Joko Widodo dan Ibu Iriana, bukan Tembok Ratapan Solo,” tegas Syarif. (*)



















