Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ECONOMY & FINANCE

Angka Wisman Menurun ke Bali, Airbus Emirates Tak Terlihat Lagi dalam Rute ke Denpasar

×

Angka Wisman Menurun ke Bali, Airbus Emirates Tak Terlihat Lagi dalam Rute ke Denpasar

Sebarkan artikel ini
Pesawat Airbus milik maskapai Emirates. (Foto: Wikipedia)
toplegal

TOPMEDIA – Maskapai Emirates terlihat jarang menggunakan pesawat besar Airbus di penerbangan rute ke Bali. Kabarnya, ada peran otoritas Indonesia dalam keputusan ini.

Berita ini diidentifikasi oleh One Mile At A Time, mengutip dari Simple Flying. Emirates tidak lagi menerbangkan Airbus A380 ke Bali dan menggantikannya dengan Boeing 777-300ER.

HALAL BERKAH

Secara perbandingan, dua unit pesawat ini memiliki perbedaan kursi yang cukup signifikan. Airbus A380 memiliki 615 kursi dengan dua kelas non-first class. Sementara Boeing 777 berkapasitas 421 kursi, sepertiga lebih sedikit dari Airbus.

Emirates kali pertama menggunakan pesawat superjumbo ke Bali pada Juni 2023. Sejak saat itu, penerbangan hampir selalu beroperasi setiap hari.

Namun, data Cirium Diio, sebuah platform analisis penerbangan, menunjukkan bahwa jenis pesawat ini beroperasi dua kali sehari pada bulan September dan Oktober 2024.

Baca Juga:  Bukti Kepercayaan Investor, Investasi Jawa Timur 2025 Tembus Rp 147,7 Triliun

FlightRadar24 menunjukkan bahwa A380 digunakan untuk penerbangan ke Bali terakhir kali pada tanggal 16 Januari. Ini sesuai dengan jadwal yang diajukan maskapai ke Cirium.

Sebagai informasi terbaru jenis pesawat ini akan kembali ke destinasi Indonesia pada 25 Februari 2026. Namun, sangat mungkin hal ini akan berubah.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F Laisa saat berbicara di Asosiasi Penerbangan Indonesia baru-baru ini, menyatakan bahwa dirinya menginginkan tiga hal sebagai syarat agar Emirates bisa terus menggunakan A380 untuk penerbangan ke Bali.

Pertama, pembangunan fasilitas perawatan, perbaikan, dan perombakan (MRO) di Indonesia.

Kedua, Emirates harus mempekerjakan lebih banyak pilot dan awak kabin Indonesia, termasuk pada rute ke Indonesia, yang mungkin akan mempersulit penjadwalan.

Baca Juga:  Free Float Saham Naik Dua Kali Lipat, OJK Revisi Target IPO Nasional

Ketiga, Emirates menginginkan rute tambahan di Indonesia selain Bali dan Jakarta. Sikap negosiasi seperti itu sangat tidak biasa.

“Ini adalah kasus luar biasa ketika suatu negara memblokir penggunaan jenis pesawat tertentu, dengan asumsi tidak ada masalah keselamatan yang jelas tidak ada di sini,” tulis Simple Flying.

Gede Eka Sandi Asmadi, Kepala Divisi Komunikasi dan Hukum Bandara Denpasar menyatakan bahwa maskapai Emirates tidak dilarang menggunakan A380 untuk penerbangan ke Bali. Sebaliknya, ia berpendapat bahwa pesawat tersebut ditarik karena sedang musim sepi, dengan penurunan kapasitas yang diakibatkan oleh permintaan yang lebih rendah.

Data Kunjungan ke Bali

Data pemesanan tiket penerbangan ke Bali untuk 12 bulan dari November 2024 hingga November 2025 menunjukkan bahwa lebih dari 550.000 penumpang pulang pergi transit di Dubai untuk mencapai Bali.

Baca Juga:  Purbaya Turun Tangan, Tiga Perusahaan Baja Terindikasi Rugikan Negara Ratusan Miliar

Sebagian besar lalu lintas ke Bali, sekitar 80%, terbang ke/dari Eropa. Amerika Utara berada di urutan kedua dengan besar 7%, diikuti oleh Timur Tengah sebesar 6% dan Afrika 5%.

Inggris menjadi pasar negara yang paling populer. Bahkan, Emirates mengangkut lebih banyak penumpang rute Inggris-Bali daripada maskapai lain mana pun.

Urutan kedua Jerman, kemudian Belanda, Prancis, AS, Rusia, Polandia, Arab Saudi, Italia, dan Spanyol.

Di tingkat bandara, Amsterdam-Bali memiliki jumlah penumpang terbanyak. Bandara Paris Charles de Gaulle berada di urutan berikutnya, diikuti oleh Jerman Frankfurt, Moskow Domodedovo, London Heathrow, Warsawa, London Gatwick, Manchester, Dusseldorf, dan Jeddah. Di tingkat kota, London-Bali berada di urutan pertama. (*)

TEMANISHA.COM