TOPMEDIA – Dinas Pendidikan Jawa Timur (Dindik Jatim) menegaskan komitmennya dalam meningkatkan keterserapan kerja lulusan SMK melalui program magang luar negeri.
Tahun 2026, tercatat 3.186 siswa kelas 12 dan 13 diusulkan mengikuti magang internasional, sementara 1.734 lulusan SMK siap berangkat sebagai pekerja migran profesional.
Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menyebut capaian ini sebagai langkah besar sekaligus tantangan, terutama dalam menyiapkan kompetensi siswa agar mampu bersaing di pasar tenaga kerja global.
Aries menjelaskan, hampir 5.000 siswa dan lulusan SMK Jawa Timur akan memasuki pasar kerja global di 11 negara, termasuk Jepang, Korea, Jerman, Malaysia, Singapura, Australia, Arab Saudi, China, Bulgaria, Brunei Darussalam, dan Taiwan.
“Bayangkan hampir 5.000 anak-anak kita akan menyerbu pasar global. Ini capaian besar, tapi bahasa menjadi tantangan utama saat berebut peluang kerja di industri global,” tegas Aries dikutip, Minggu (7/12).
Untuk menjawab tantangan tersebut, Dindik Jatim menyiapkan tiga langkah strategis, yakni memperkuat link and match antara SMK dan dunia industri, termasuk keterlibatan langsung industri dalam pembelajaran.
Kemudian mercepatan sertifikasi dan mikro-kredensial agar lulusan memiliki paspor kompetensi yang diakui secara profesional.
“Dan terakhir memperluas perlindungan dan akses pasar kerja, termasuk bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI), mengingat 26–27 persen PMI berasal dari Jawa Timur,” jelasnya.
Aries menekankan bahwa karakter dan disiplin tetap menjadi modal utama. Ia mengingatkan bahwa beberapa siswa pernah dipulangkan dari Jepang karena kurang disiplin.
“Saat ini kita memerlukan penguatan sertifikasi kompetensi, peningkatan bahasa asing, serta pengetahuan budaya dan regulasi negara tujuan. Ini penting untuk menyiapkan anak-anak bekerja di pasar global,” ujarnya.
Selain itu, sektor otomotif (termasuk kendaraan listrik), manufaktur modern, logistik, pariwisata, industri kreatif, serta kesehatan dan farmasi disebut sebagai bidang yang paling membutuhkan tenaga kerja lulusan SMK.
Dengan lebih dari 3.000 siswa SMK Jatim siap magang luar negeri dan ribuan lulusan berangkat sebagai pekerja migran, Dindik Jatim menegaskan pentingnya pembaruan kurikulum, sertifikasi kompetensi, serta penguatan Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK.
“Kita bersama-sama berkomitmen menggenjot keterserapan tenaga kerja lulusan SMK. Kurikulum harus terus di-update sesuai industri, dan sekolah wajib menanamkan budaya kerja profesional serta literasi digital,” pungkas Aries. (*)



















