Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ECONOMY & FINANCE

Usai Didepak Purbaya, Luky Alfirman Dilantik Prabowo jadi Wamenkeu: Saya Senang Kembali ke Sini

×

Usai Didepak Purbaya, Luky Alfirman Dilantik Prabowo jadi Wamenkeu: Saya Senang Kembali ke Sini

Sebarkan artikel ini
Wakil Menteri Keuangan RI Luky AlfirmanĀ (istimewa)
toplegal

TOPMEDIA, JAKARTA – Dua Wakil Menteri Keuangan yang baru dilantik, Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman, kembali ke kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada Kamis (1/10/2026) sore.

Keduanya datang setelah menjalani pelantikan oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta Pusat.

HALAL BERKAH

Dalam pelantikan itu, terdapat sejumlah pejabat dan pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tampak menyambut kedatangan keduanya, termasuk Menteri Keuangan Suahasil Nazara.

Hadir pula Wakil Menteri Keuangan Juda Agung dan Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama.

Luky dalam sambutannya mengatakan bahwa ia senang dapat kembali ke Kementerian Keuangan. Sebelum dilantik menjadi Wamenkeu, Luky pernah menduduki sejumlah jabatan di Kemenkeu.

Terakhir, Luky pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Anggaran. Namun, dia diberhentikan Purbaya Yudhi Sadewa yang kala itu menjadi Menteri Keuangan.

“Senang sekali saya bisa kembali berada di sini. Saya tiada hentinya mengucap syukur Alhamdulillah atas kehendak-Nya saya bisa kembali lagi ke sini. Kalau ditanya, rasanya campur aduk. Excited, tapi juga ada kagetnya. Berat yang pasti ya Pak Menteri,” kata Luky dalam sambutannya di Gedung Kemenkeu, Jakarta Pusat, Kamis (1/10/2026).

Baca Juga:  Prabowo Ngabuburit bersama Didit Kunjungi Museum Nasional

Alumni Institut Teknologi Bandung 1994 ini menyebut dirinya sangat membutuhkan dukungan jajaran Kemenkeu guna mengejar berbagai target setelah dirinya tak berada di lingkungan kementerian.

Dia menganggap dirinya bagaikan hibernasi selama beberapa bulan setelah sempat didepak Purbaya.

Sebagai informasi, untuk diketahui, Luky dicopot oleh Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Direktur Jenderal Anggaran pada April 2026. Pencopotan dilakukan saat kisruh pengadaan 21 ribu motor listrik di Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kemarin saya ada masa hibernasi, jadi saya butuh waktu, butuh support bapak ibu sekalian, untuk bisa catch up, untuk bisa update, untuk bisa kita mengejar apa perkembangan terkini. Saya tadi juga ditanya, jadi program Bapak apa sebagai Wakil Menteri Keuangan? Saya bilang, nggak ada. Wakil Menteri Keuangan itu adalah kami pembantu presiden, pembantu Menteri Keuangan,” ujar Luky.

Baca Juga:  Kabar Baik bagi Pengguna Diesel! Harga BBM Gasoil di SPBU Pertamina, Shell, dan BP Kompak Turun per 1 Juli 2026

Kendati demikian, ia mengatakan bahwa ada tiga fokus dirinya yang sempat dibahas bersama Suahasil. Fokus pertama adalah menuntaskan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang telah memasuki tiga bulan terakhir.

“Nggak kerasa datang 1 Oktober, tinggal 3 bulan lagi. Ini etape terakhir di kuartal IV, kita tahu banyak sekali tantangannya,” tuturnya. .

Fokus kedua adalah mempersiapkan pelaksanaan APBN 2027 setelah disahkan DPR. Menurutnya, ada sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan agar APBN tahun depan dapat langsung berjalan.

Ketiga, adalah konsolidasi internal di lingkungan Kementerian Keuangan.

“Terakhir juga saya diskusi dengan Pak Menteri waktu itu adalah bagaimana kita konsolidasi internal untuk terus mendorong reform, reformasi yang dilakukan di Kementerian Keuangan,” ujarnya.

Di sisi lain, Nurkholisoh mengaku masih perlu banyak mempelajari organisasi dan tugas Kementerian Keuangan.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Hadir di Daerah Bencana Aceh, Isak Tangis Pengungsi Pecah

Menurut Nurkholisoh, ia mengatakan telah berkarier selama sekitar 20 tahun di Bank Indonesia (BI) dan sebelumnya kerap berkoordinasi dengan Kemenkeu.

“Selama 20 tahun saya berkarier di Bank Indonesia, Bank Sentral Republik Indonesia. Jadi ini antara baru dan nggak baru. Saya sudah sering bolak-balik ke lingkungan ini, bolak-balik ke gedung ini,” kata Nurkholisoh.

Alumnus ITB ini juga menyoroti jumlah pegawai Kemenkeu yang mencapai sekitar 80 ribu orang, jauh lebih besar dibandingkan BI yang menurutnya memiliki sekitar 6.000-7.000 pegawai.

“Apalagi saya dengar ini jumlah pegawai total puluhan ribu ya, 80 ribu, jauh sekali dibandingkan Bank Indonesia yang cuma sekitar 6.000-7.000. Jadi luar biasa tantangan ke depan, saya belum bisa bicara banyak tentang subyeknya itu sendiri, tapi saya ingin bisa bermanfaat bagi efektivitas organisasi,” tutup Nurkholisoh. (ton)

TEMANISHA.COM