TOPMEDIA, SURABAYA — Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang melumpuhkan operasional transportasi udara di Banten dan sekitarnya berimbas langsung pada skuad Persebaya Surabaya.
Setelah melakoni laga tandang melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC di Bandar Lampung, tim berjuluk Bajul Ijo tersebut terpaksa mengubah rencana kepulangan mereka ke Surabaya dengan menempuh perjalanan kombinasi darat dan laut.
Langkah ini diambil menyusul ditutupnya operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta akibat sebaran abu vulkanik (volcanic ash) yang meluas hingga wilayah Lampung, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.
Berdasarkan NOTAM Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, penutupan penerbangan yang semula dijadwalkan pada Minggu (6/9/2026) dini hari terpaksa diperpanjang karena kondisi ruang udara yang belum aman bagi keselamatan penerbangan.
Setidaknya 33 penerbangan terdampak secara langsung, termasuk rute dari dan menuju Lampung serta Surabaya.
Merespons pembatalan penerbangan tersebut, rombongan Persebaya langsung bergerak meninggalkan hotel di Lampung pada Minggu pagi sekitar pukul 07.00 WIB.
Tim menuju Pelabuhan Bakauheni untuk menyeberang ke Pelabuhan Merak, Banten, menggunakan kapal feri. Setibanya di Pulau Jawa, perjalanan dilanjutkan menempuh jalur darat menggunakan bus operasional menuju Surabaya.
Perjalanan melintasi Selat Sunda ini menghadirkan kesan tersendiri bagi para pemain, terutama pilar asing. Kapten Persebaya, Francisco Rivera, mengaku bahwa menyeberang dengan kapal laut di Indonesia menjadi pengalaman yang baru sekaligus memberikan sudut pandang baru baginya.
“Ya, ini adalah pengalaman baru bepergian seperti ini ke Surabaya. Kami jadi bisa lebih memahami bagaimana perjuangan para penggemar yang melakukan perjalanan serupa demi mendukung kami secara langsung,” ujar Rivera.
Pemain asal Meksiko tersebut berharap seluruh rangkaian perjalanan darat dan laut yang ditempuh rombongan dapat berjalan dengan aman dan lancar tanpa hambatan berarti.
Pemulihan fisik pemain menjadi fokus utama mengingat panjangnya durasi perjalanan yang harus ditempuh sebelum tim kembali menggelar latihan persiapan laga berikutnya di Surabaya. (gil)



















