Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ECONOMY & FINANCE

Realisasi Investasi ke RI Kuartal I-2026 Penuhi Target, Jepang dan Korsel Komitmen Rp570 Triliun

×

Realisasi Investasi ke RI Kuartal I-2026 Penuhi Target, Jepang dan Korsel Komitmen Rp570 Triliun

Sebarkan artikel ini
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani. (Foto: istimewa)
toplegal

TOPMEDIA, JAKARTA — Langkah awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di sektor ekonomi menunjukkan sinyal positif yang signifikan. Di tengah kondisi geopolitik yang memanas, realisasi investasi di Indonesia pada kuartal I-2026 menunjukkan rapor hijau.

Bahkan, komitmen investasi dari dua mitra strategis di Asia Timur yakni Jepang dan Korea Selatan menunjukkan angka yang fantastis, yakni mencapai Rp570 triliun.

HALAL BERKAH

Hal ini disampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (21/4/2026) malam.

Rosan melaporkan bahwa komitmen investasi dari Jepang dan Korea Selatan nilainya menyentuh angka fantastis sekitar Rp570 triliun.

“Presiden menerima laporan mengenai perkembangan komitmen investasi tersebut yang menjadi bagian dari upaya kita mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkap Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, Rabu (22/4/2026).

Tak hanya sekadar komitmen di atas kertas, Rosan yang juga menjabat sebagai CEO Danantara memaparkan rapor hijau realisasi investasi pada Kuartal I-2026.

Baca Juga:  Pasca Gempa 7,6 SR, Operasional TPK Bitung dan TPK Ternate Kembali Normal

Data menunjukkan bahwa mesin investasi Indonesia bergerak lebih kencang dari yang diproyeksikan. Rincian realisasi investasi selama tiga bulan pertama tahun ini adalah Rp498,79 triliun (melebihi target Rp497 triliun), atau tumbuh 7,22 persen year-on-year.

Realisasi investasi itu akan mendongkrak penyerapan tenaga kerja mencapai 706.569 orang (naik 18,93 persen y-o-y).

Angka-angka ini diyakini akan menjadi fondasi kuat bagi pemerintahan Prabowo-Gibran untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi yang ambisius melalui hilirisasi berkelanjutan.

Salah satu poin menarik dari laporan Rosan kepada Presiden itu adalah terciptanya keseimbangan yang hampir sempurna antara investor domestik dan asing, serta pemerataan wilayah investasi.  Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan pengusaha lokal tetap tinggi di tengah masuknya modal global.

Nilai Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai 49,89% dan Penanaman Modal Asing (PMA) Rp249,94 triliun atau sekitar 51%.

Baca Juga:  APBN Jadi Tameng, Harga BBM Aman hingga Akhir Tahun

Untuk lokasi investasi juga merata yakni di Luar Jawa mencapai 50,37% dan Pulau Jawa 49,63% (Rp247,53 triliun).

Dominasi investasi di luar Pulau Jawa ini menandakan bahwa program pemerataan ekonomi atau Indonesia Sentris yang dicanangkan sejak era sebelumnya terus berlanjut dan membuahkan hasil.

Rosan juga menyebutkan lima negara teratas yang menjadi asal investasi, yaitu Singapura kurang lebih 4,6 miliar dolar AS, Hong Kong (China) 2,7 miliar dolar AS, China 2,2 miliar dolar AS, Amerika Serikat 1,7 miliar dolar AS, dan Jepang 1 miliar dolar AS.

Dalam kesempatan yang sama, Rosan juga menyebut sektor-sektor yang mendapatkan suntikan modal terbanyak, yaitu industri logam dasar atau barang logam, jasa lainnya, pertambangan, perumahan, kawasan industri, transportasi, gudang, dan telekomunikasi.

Fokus pada industri logam dasar mempertegas komitmen pemerintah untuk konsisten pada jalur hilirisasi, yakni mengolah bahan mentah menjadi barang bernilai tambah sebelum diekspor ke mancanegara.

Baca Juga:  Danantara Targetkan Rampingkan BUMN pada 2026, Fokus pada Penyehatan dan Konsolidasi

Rosan juga menyampaikan ada kenaikan target yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan realisasi investasi yang masuk dalam 10 tahun terakhir.

“Kalau kami bandingkan dalam 10 tahun terakhir, dari tahun 2014-2024, ya itu kurang lebih, investasinya yang masuk kurang lebih Rp9.100 triliun. Nah, 5 tahun dari 2025-2029, target yang diberikan kepada kami kalau dari Bappenas itu Rp13.000 triliun lebih. Jadi, peningkatannya memang signifikan, tetapi Alhamdulillah masih bisa tercapai target-target itu, dan kita harapkan ini bisa terus terjaga,” ungkap Rosan.

Dengan capaian yang melampaui target di awal tahun, Rosan optimistis tren positif ini akan terus berlanjut sepanjang 2026, memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi investasi yang stabil di kawasan Asia Pasifik. (*)

TEMANISHA.COM