Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Publik AS Mayoritas Setuju Pemakzulan Presiden Trump

×

Publik AS Mayoritas Setuju Pemakzulan Presiden Trump

Sebarkan artikel ini
Presiden Donald Trump (istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Warga AS jengah dengan kondisi politik negara mereka yang terus melakukan agresi militer ke Timur Tengah.

Hampir mayoritas warga Amerika Serikat (AS) mendukung pemakzulan Presiden Donald Trump di tengah kebijakannya terkait perang dengan Iran.

HALAL BERKAH

Dilansir dari Newsweek, Rabu (8/4/2026), dari hasil survei temuan terhadap 790 responden yang dilakukan oleh John Bonifaz, presiden dan salah satu pendiri organisasi Free Speech For People, bekerja sama dengan firma jajak pendapat milik Celinda Lake.

Sebanyak 52 persen pemilih terdaftar mendukung pemakzukan Presiden Trump, sementara 40 persen menolak.

Bahkan dukungan pemakzulan mencakup sebagian kecil pemilih Partai Republik, asal Presiden Trump, yakni sekitar satu dari tujuh responden.

Baca Juga:  Penjualan Bursa Karbon Tembus Rp 80 Miliar

Kata Bonifaz, hasil ini sebagai sesuatu yang tidak biasa. “Ini adalah hasil yang belum pernah terjadi sebelumnya pada tahap awal masa jabatan presiden,” ujarnya dalam konferensi pers pada Senin (6/4/2026).

Menurutnya, masa jabatan Trump di periode kedua ini merubah sikap publik jauh lebih cepat dibandingkan Presiden AS lain yang pernah menghadapi dukungan mayoritas untuk pemakzulan, seperti Richard Nixon.

Konflik tersebut tidak hanya mengubah dinamika politik di Washington, tetapi juga memengaruhi pandangan publik.

Trump semakin memperkeruh keadaan bersama pernyataan keras pada 7 April, saat ia mengancam “seluruh peradaban akan mati malam ini, tidak akan pernah kembali lagi” jika Iran tidak memenuhi tenggat waktu untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Baca Juga:  Tak Mau Dikirim ke Iran, Prajurit AS Ramai-ramai Cari Cara Tolak Tugas Perang

Meski kemudian Iran membuka kembali jalur tersebut setelah menyepakati gencatan senjata selama dua pekan dengan Amerika Serikat.

Namun, kebijakan dan pernyataan ini berdampak pada tingkat popularitas Trump. Tingkat persetujuan terhadapnya turun menjadi 39 persen pada awal April, dari sebelumnya 42 persen pada akhir Februari sebelum perang dimulai.

Sebaliknya, 53 persen responden menyatakan tidak setuju terhadap kinerjanya.

Survei tersebut menunjukkan perbedaan sikap yang mencolok antar kelompok politik. Sebanyak 84 persen pemilih Demokrat mendukung pemakzulan, dengan 78 persen di antaranya sangat mendukung.

Sebaliknya, 81 persen pemilih Partai Republik menolak, dan 77 persen di antaranya menyatakan penolakan kuat pada pemakzulan.

Di sisi lain, pemilih independen cenderung mendukung pemakzulan dengan perbandingan 55 persen berbanding 34 persen.

Baca Juga:  Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta Terus Bertambah

Bonifaz mengakui kondisi politik sangat terpolarisasi. “Kita berada dalam lingkungan politik yang sangat terpolarisasi, dan pola seperti ini sudah terjadi sejak lama,” katanya.

Upaya di Kongres di tengah meningkatnya tekanan publik, kini sejumlah anggota Demokrat mulai mendorong langkah pemakzulan. (*)

TEMANISHA.COM