TOPMEDIA – Pangan menjadi komoditas penting suatu daerah. Salah satu yang paling utama yakni beras. Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) memastikan bahwa ketahanan pangan daerah, khususnya komoditas beras, berada dalam kondisi aman.
Produksi beras di Jawa Timur masih jauh melampaui kebutuhan konsumsi masyarakat, sehingga stok beras tetap terjaga meski menghadapi tantangan iklim.
Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras Jawa Timur periode Januari–Mei 2026 diproyeksikan meningkat sekitar 2,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
“Prediksi dari BPS Januari sampai Mei naik sekitar 2,3 persen dibanding tahun lalu,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim, Heru Suseno.
Secara tahunan, produksi beras Jawa Timur mencapai lebih dari 6 juta ton. Pada 2025, produksi tercatat sebesar 6,04 juta ton, sementara kebutuhan konsumsi masyarakat hanya sekitar 3,5 juta ton per tahun.
“Artinya kita surplus hampir 50 persen. Jadi untuk kebutuhan dalam daerah sangat aman,” tegasnya.
Heru menjelaskan bahwa kelebihan produksi beras tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga didistribusikan ke daerah lain di Indonesia. Sebagian lainnya disimpan sebagai cadangan pangan pemerintah daerah.
Saat ini, cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD) Jawa Timur tercatat mencapai 895 ton yang tersimpan di gudang provinsi maupun kabupaten/kota.
Hingga Mei 2026, jumlah cadangan meningkat menjadi sekitar 1.200 ton dan diperkirakan terus bertambah hingga akhir tahun.
“Belum tutup tahun saja cadangan sudah naik. Targetnya memang kita tingkatkan dibanding tahun lalu,” imbuhnya.
Antisipasi Dampak El Nino
Heru memastikan stok beras Jawa Timur cukup untuk menghadapi potensi dampak fenomena El Nino. Dengan produksi yang melimpah dan cadangan yang terus diperkuat, risiko kekurangan pangan dinilai dapat diminimalkan.
“Untuk El Nino saya pastikan aman, karena cadangan kita sudah tersimpan dan produksi juga tinggi,” jelasnya.
Selain memperkuat cadangan, Pemprov Jatim juga mendorong peningkatan luas tanam sebagai bagian dari strategi menjaga ketahanan pangan.
Pada 2026, target luas tanam ditetapkan mencapai 13,8 juta hektare, meningkat dari tahun sebelumnya yang berada di kisaran 13,4 juta hektare.
“Target kita luas tambah tanam tahun ini 13,8 juta hektare. Ini bagian dari upaya menjaga produksi tetap tinggi,” pungkas Heru. (*)



















