TOPMEDIA, ZURICH – Suksesi pimpinan Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) memasuki babak baru. Posisi Gianni Infantino di pucuk kepemimpinan FIFA berada dalam tekanan terberat sepanjang masa jabatannya.
Dikabarkan, sejumlah federasi sepak bola nasional beserta tokoh kunci di Dewan FIFA secara resmi menarik dukungan mereka menjelang pemilihan presiden.
Mengutip dari ABC News, situasi memburuk menyusul kepergian Kepala Operasional FIFA Kevin Lamour, Kevin sebelumnya secara terbuka mengkritik rencana komersial kontroversial yang didorong Infantino.
Seiring kemudian FIFA mengumumkan pada Selasa bahwa pejabat FIFA asal Perancis itu telah meninggalkan organisasi tersebut.
Kepergian Lamour terjadi beberapa pekan setelah ia mengkritik rencana FIFA untuk menjual sebagian saham atas hak komersial Piala Dunia dan turnamen FIFA lainnya kepada investor.
Dengan langkah kontoversi itu kemudian mendorong Wakil Presiden FIFA sekaligus anggota Dewan FIFA dari Hungaria, Sandor Csanyi, untuk menarik dukungannya terhadap Infantino.
Dalam surat yang ditujukan kepada Infantino dan dilihat dari Reuters, Csanyi menyebut pemecatan Lamour sebagai “pemicu terakhir” dari kekecewaannya terhadap kepemimpinan FIFA.
Csanyi mengatakan bahwa Lamour menjalankan tugasnya dengan standar profesional dan etika yang tinggi serta memberikan kontribusi penting terhadap transparansi organisasi.
Csanyi melihat FIFA memiliki persoalan serius dalam menilai profesional, standar erltika, dan kepemimpinan, itulah penyebab Lamour melancarkan kritik terhadap rencana komersial FIFA.
Atas pemecatan itu FIFA belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar mengenai surat tersebut.
Lamour sebelumnya menyatakan bahwa para staf FIFA telah “diperdaya” dalam proses terkait rencana komersial tersebut. Ia kemudian menggambarkan proyek itu sebagai inisiatif yang pada dasarnya hanya digerakkan oleh satu orang.
Dukungan dari pejabat FIFA terus berkurang
Tak hanya Csanyi. Pejabat sepak bola tertinggi dunia ini bukan satu-satunya pejabat senior FIFA yang menyuarakan ketidakpuasan terhadap Infantino.
Presiden UEFA Aleksander Ceferin, Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) Sheikh Salman bin Ebrahim Al-Khalifa, serta Presiden CONCACAF Vittorio Montagliani juga telah menyampaikan kritik keras terhadap kepemimpinan Infantino.
Bulan Maret 2027 Infantino dijadwalkan menghadapi pemilihan kembali. Ia membidik masa jabatan keempat yang akan berlangsung hingga 2031.
Adapula tekanan yang juga datang dari Montenegro. Dejan Savicevic, anggota Dewan FIFA sejak 2017 sekaligus Presiden Asosiasi Sepak Bola Montenegro, mengatakan negaranya menarik kembali surat dukungan yang sebelumnya diberikan untuk pencalonan Infantino.
Dalam surat kepada Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafström, Savicevic menyebut perkembangan terbaru di tubuh FIFA sebagai sesuatu yang sangat mengkhawatirkan.
Ia menyoroti tentang sesuatu yang dinilainya sebagai bentuk kurangnya komunikasi dan transparansi, bukan hanya terhadap asosiasi anggota FIFA, tetapi juga terhadap anggota Dewan FIFA dan struktur internal organisasi.
Savicevic menilai berbagai usulan yang muncul belakangan telah memperlihatkan kerentanan serius dalam tata kelola FIFA, baik di tingkat politik maupun administratif.
Asosiasi Sepak Bola Montenegro, lanjutnya, selaras dengan sejumlah asosiasi sepak bola Eropa dan UEFA yang meminta adanya peninjauan ulang menyeluruh terhadap tindakan pimpinan FIFA.
Wales menjadi federasi pertama yang menarik dukungan
Seperti diketahui, Asosiasi Sepak Bola Wales (FAW) sebelumnya menjadi federasi nasional pertama yang secara resmi menarik dukungannya terhadap pencalonan kembali Infantino.
Kepala Eksekutif FAW Noel Mooney mengatakan kepada BBC bahwa Infantino sepatutnya mempertimbangkan untuk mengundurkan diri setelah rencana untuk menjual sebagian aset komersial FIFA kepada investor ekuitas swasta mengalami kegagalan.
Dari laporan The Guardian, Israel pun juga telah menarik dukungannya terhadap pencalonan Infantino. Keputusan tersebut disebut diambil secara bulat setelah pertemuan dewan Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA).
CAF dan CONMEBOL masih mendukung Infantino
Infantino kendati banyak federasi sepak bola menolak dan menarik dukungan padanya, pria asal Swiss ini masih memperoleh dukungan dari beberapa konfederasi utama.
Adapun yang masih dalam barisan dirinya adalah Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) dan Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL) masih mendukung kepemimpinannya.
Patrice Motsepe Presiden CAF sekaligus Wakil Presiden FIFA sebelumnya memperingatkan bahwa setiap upaya untuk mengganti Infantino harus dilakukan melalui proses demokratis dengan melibatkan 211 asosiasi anggota FIFA dalam pemilihan.
Lanjutnya, Motsepe menegaskan bahwa keputusan mengenai kepemimpinan FIFA tidak semestinya ditentukan oleh mekanisme di luar proses pemilihan.
Juru bicara CAF mengatakan Motsepe tidak memiliki komentar tambahan setelah kepergian Lamour.
Dengan begitu semakin banyak federasi dan pejabat FIFA yang mempertanyakan kepemimpinan Infantino, adapun dinamika menuju pemilihan presiden FIFA tahun depan diperkirakan akan semakin sengit.
Posisi Infantino masih kuat di sejumlah kawasan, namun gelombang penarikan dukungan tersebut menunjukkan bahwa persoalan tata kelola dan transparansi mulai menjadi isu utama menjelang pemilihan. (ton)



















