Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
LIFESTYLE

Sarwendah Heboh Disatroni Debt Collector, Kuasa Hukum Ruben Onsu Ungkap Fakta Ini!

×

Sarwendah Heboh Disatroni Debt Collector, Kuasa Hukum Ruben Onsu Ungkap Fakta Ini!

Sebarkan artikel ini
Ruben Onsu (Instagram @rubenonsu)
toplegal

TOPMEDIA – Dua pesohor Ruben Onsu dan Sarwendah sudah memilih berpisah sejak lama. Namun, persoalan dan masalah keduanya masih tetap ada.

Sarwendah barusan ini didatangi debt collector yang menurut pengakuan kuasa hukumnya, penagih utang itu mencari seseorang berinisial RSO yang disinyalir adalah mantan sang suami, Ruben Onsu.

HALAL BERKAH

Penagih ini datang menagih tunggakan mobil, namun Sarwendah tak merasa memiliki utang mobil yang dimaksud debt collector itu.

“Karena kejadian ini mengagetkan klien kami dan semua isi orang di rumah klien kami. Yang pertama, klien kami tidak pernah berutang terhadap mobil yang dimaksud,” kata Chris Sam Siwu ditemui di kawasan Antasari, Jakarta Selatan, akhir pekan lalu.

Peristiwa Sarwendah disatroni dua debt collector itu terjadi pada 7 November 2025 lalu sekitar pukul 5 sore. Sarwendah juga sudah meminta pengacaranya untuk berkomunikasi ke pihak yang dicari.

Chris dan rekannya, Abraham Simon, mengatakan mereka telah konfirmasi ke pihak pengacara Ruben Onsu, Minola Sebayang. Mereka berharap ada tindakan yang diambil Minola terkait hal ini.

Baca Juga:  Surabaya Pecahkan Rekor MURI dan Kukuhkan Predikat Kota Terinovatif

Minola Sebayang pun menanggapi kegaduhan soal debt collector. Dia merasa keberatan karena menduga kliennya dipojokkan dengan masalah tersebut.

Ditemui awak media pada Sabtu (15/11/2025), Minola mempertanyakan urgensi pihak Sarwendah menggelar konferensi pers hanya karena kedatangan penagih utang.

Menurutnya, jika persoalannya adalah cara pengumpulan yang tidak sesuai aturan, maka ada mekanisme lain untuk menjaminnya tanpa harus diekspos ke publik.

“Saya menduga ada tujuan lain di balik langkah tersebut. Kalau memang misalnya bukan untuk hal itu, berarti artinya patut diduga preskonnya hanya ingin mendiskreditkan klien kami, Ruben. Ingin menunjukkan bahwa Ruben sekarang lagi dalam keadaan yang tidak mampu secara ekonomi, sehingga akhirnya ada tunggakan-tunggakan atau ada debt collector yang mencari-cari dia sampai ke rumah kediaman Sarwendah,” ujar Minola Sebayang dalam konferensi pers di Pulomas, Jakarta Timur.

Baca Juga:  Hubungan Sarwendah dan Ruben Onsu Memanas Lagi, Insiden Debt Collector Jadi Pemicu

Minola menyayangkan penagih utang itu sampai salah alamat. Padahal, penagih hutang memiliki data penagihan sesuai pemesan mobil.

Sementara itu, dia menganggap pihak Sarwendah berlebihan padahal hanya soal salah alamat saja.

“Kalau memang orang yang datang itu salah alamat, kita tinggal bilang, ‘Kamu salah alamat karena yang memiliki tanggung jawab dan kewajiban adalah orang lain, bukan saya’. Sesederhana itu kan? Nah, kenapa kok menjadi suatu hal yang besar yang kemudian harus disampaikan ke ranah publik? Ini yang juga menjadi pertanyaan bagi saya,” tegas Minola.

Di tengah persoalan salah alamat debt collector ini, Minola Sebayang membuka tirai masalah lain. Isu ini dirasa jauh lebih penting dan krusial. Isu itu tentang hak Ruben Onsu sebagai ayah. Ada dugaan dari pihak Ruben, dirinya dihalang-halangi buat bertemu dengan anak-anaknya.

Kata Minola, hampir dua bulan setelah pulang umrah, Ruben tak diberi akses menemui anak-anaknya. Ini jelas melanggar komitmen dan kesepakatan yang dibuat setelah bercerai, yaitu boleh bertemu 2-3 hari dalam seminggu.

Baca Juga:  Mahalini Alami Perubahan Total Setelah Melahirkan

Minola juga membeberkan bukti tanggung jawab Ruben sebagai ayah yang tetap ditunaikan. Setelah resmi bercerai, Ruben tetap menafkahi anak-anak dan mantan istrinya.

“Dari mulai perceraian di bulan September 2024, Ruben tiap bulan itu memberikan biaya kepada S senilai Rp 242.629.000. Boleh diambil. Ini hasil chatting-an. Sudah bercerai ini posisi. Apa kira-kira untuk cicilan mobil Ruben gak mau bertanggung jawab? Ini sudah bercerai loh,” ungkap Minola.

“Mana masalah yang lebih besar? Debt collector datang yang belum pada waktunya dan cukup dijawab seperti yang saya sampaikan, atau seorang ibu yang mengajarkan anakny bertemu dengan ayahnya? Sementara ayah masih bertanggung jawab untuk seluruh kehidupan keluarga itu. Termasuk uang plastik sampah rumahnya yang berjumlah Rp 5,2 juta per bulan,” tutupnya. (*)

 

TEMANISHA.COM