TOPMEDIA, ATLANTA — Tensi tinggi dipastikan bakal menyelimuti duel klasik antara Inggris dan Argentina pada laga semifinal Piala Dunia 2026 yang digelar di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, AS pada Kamis (16/7/2026).
Meski menyadari riwayat rivalitas sengit kedua tim, kiper utama Inggris, Jordan Pickford, optimistis skuad The Three Lions cukup matang untuk menjaga kepala dingin sepanjang pertandingan.
Pertemuan ini menjadi momen krusial bagi armada Gareth Southgate yang mengincar tiket final Piala Dunia pertama mereka sejak tahun 1966.
Di sisi lain, duel ini juga menjadi laga fase knockout pertama bagi kedua negara di panggung Piala Dunia sejak bentrokan legendaris pada babak 16 besar Piala Dunia 1998 silam, yang menjadi momen kelam saat David Beckham diganjar kartu merah.
Pickford meyakini bahwa generasi skuad Inggris saat ini jauh lebih dewasa dalam mengelola emosi di lapangan.
Kiper milik Everton tersebut menegaskan bahwa Harry Kane dan kawan-kawan tidak akan mudah terpancing provokasi atau terlibat dalam drama yang merugikan tim.
“Saya kira kalian sudah melihat di sepanjang turnamen keinginan kami untuk memenangi tekel, kami tidak terlibat perkelahian atau apa pun,” ujar Pickford sebagaimana dikutip dari ESPN.
Menurutnya, disiplin dan rasa hormat terhadap permainan menjadi kunci utama keberhasilan Inggris melangkah sejauh ini tanpa diterpa masalah kedisiplinan yang berarti.
“Kami sudah sangat dihormati dalam olahraga ini. Entah keputusan berpihak kepada kami atau tidak, kami hanya akan mengatur ulang fokus, memulai lagi, dan membiarkan sepak bola yang berbicara,” lanjutnya.
Kematangan mental bertanding ini terbukti dari catatan rekor pelanggaran Inggris sepanjang turnamen. Pickford menyebutkan bahwa kedisiplinan para pemain menjadi bukti nyata dari pergeseran mentalitas tim nasional mereka.
“Selain (kartu merah) Jarell (Quansah), kami tidak ada hukuman, tidak ada kartu kuning kedua, atau yang seperti itu. Itu menunjukkan mentalitas yang kami miliki dan kami tidak terlibat dalam hal-hal seperti itu. Kami tetap fokus, kami tetap kompak,” pungkas Pickford.
Dengan modal kedalaman skuad, kontrol emosi yang stabil, dan efektivitas taktik, Inggris siap meladeni permainan agresif sang juara bertahan Argentina demi mengamankan satu tempat di partai puncak Piala Dunia 2026. (*)



















