Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
SPORTAINMENT

Tuding Intervensi Trump, Belgia Protes Keras Putusan FIFA Putihkan Kartu Merah Striker AS Folarin Balogun

×

Tuding Intervensi Trump, Belgia Protes Keras Putusan FIFA Putihkan Kartu Merah Striker AS Folarin Balogun

Sebarkan artikel ini
Meme Presiden AS Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino soal pemutihan kartu merah striker AS Falorin Balogun. (Foto: Facebook ABC News)
toplegal

TOPMEDIA, JAKARTA – Hubungan antara Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA) dan FIFA mendadak tegang menjelang laga krusial babak 16 besar Piala Dunia 2026. RBFA secara resmi melayangkan protes keras atas keputusan Komite Disiplin FIFA yang menangguhkan hukuman kartu merah striker andalan Timnas Amerika Serikat (AS), Folarin Balogun.

Keputusan kontroversial ini memastikan Balogun tetap bisa memperkuat tim tuan rumah dalam laga hidup-mati memperebutkan tiket perempat final di Stadion Lumen Field, Seattle, pada Selasa (7/7). Isu ini kian memanas setelah Presiden AS Donald Trump diduga ikut campur dalam keputusan FIFA ini mengingat respons terbuka yang disampaikannya di cuitan media sosialnya. Hal ini memicu dugaan adanya tekanan politis di balik layar.

HALAL BERKAH

Sanksi awal Balogun bermula pada babak 32 besar lalu, ketika skuad asuhan Mauricio Pochettino berhasil menundukkan Bosnia-Herzegovina dengan skor 2-0. Eks penyerang Arsenal tersebut sebenarnya tampil apik dengan mencetak gol pembuka. Namun, pada menit ke-64, ia diusir keluar lapangan oleh wasit setelah melakukan pelanggaran keras terhadap bek lawan, Tarik Muharemovic.

Baca Juga:  Menggila di Piala Dunia 2026, Kylian Mbappe Lampaui Rekor Pele dan Lionel Messi!

Secara mengejutkan, FIFA kemudian mengeluarkan kebijakan melunakkan hukuman skorsing bagi striker berusia 25 tahun itu.

“Sesuai Pasal 27 Kode Disiplin FIFA, pelaksanaan hukuman larangan bertanding ditangguhkan selama masa percobaan satu tahun,” tulis pernyataan resmi FIFA.

FIFA menambahkan bahwa apabila Balogun kembali melakukan pelanggaran serupa dengan tingkat keseriusan yang sama selama masa percobaan, penangguhan tersebut akan dicabut. Hukuman awal akan langsung diberlakukan tanpa mengurangi sanksi baru yang mungkin diterimanya.

Melalui situs resminya, RBFA mengaku sangat terkejut dan mengecam keputusan tersebut karena dianggap mencederai sportivitas. Menurut pihak Belgia, langkah FIFA tersebut secara nyata menabrak dua aturan krusial yang mereka buat sendiri:

Pasal 66.4 Kode Disiplin FIFA: Aturan ini secara tegas menyatakan bahwa kartu merah otomatis berujung pada hukuman larangan bermain minimal satu pertandingan. RBFA menekankan bahwa aturan ini telah diterapkan secara konsisten kepada seluruh tim lain di sepanjang Piala Dunia 2026.

Baca Juga:  Manchester United Siapkan Negosiasi untuk Kobbie Mainoo dan Joshua Zirkzee

Pasal 10.5 Regulasi Kompetisi Piala Dunia 2026 menyebutkan bahwa pemain yang menerima kartu merah langsung maupun akumulasi kartu kuning wajib menjalani skorsing pada pertandingan berikutnya secara otomatis.

Di pihak lain, FIFA berdalih bahwa berdasarkan Pasal 27 Kode Disiplin, Komite Disiplin memang memiliki wewenang khusus untuk menangguhkan pelaksanaan sanksi yang telah dijatuhkan. Namun, RBFA menegaskan aturan baku skorsing kartu merah selalu disampaikan dalam setiap rapat koordinasi dan lokakarya resmi sebelum turnamen dimulai.

“Untuk melindungi hak-hak sah seluruh tim peserta dan menjaga prinsip dasar fair play dalam olahraga ini, baik pada Piala Dunia kali ini maupun edisi-edisi berikutnya, RBFA sedang menyelidiki seluruh opsi yang tersedia,” tulis pernyataan resmi federasi Belgia.

Cuitan Donald Trump Picu Spekulasi Liar

Ketegangan makin diperparah setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, ikut bersuara di media sosial. Melalui akun Truth Social miliknya, Trump secara terbuka menyampaikan rasa terima kasih kepada badan sepak bola dunia tersebut karena dinilai telah membatalkan keputusan yang merugikan timnya.

Baca Juga:  Paolini Cetak Sejarah, Kalahkan Iga Swiatek di Perempat Final Wuhan Open 2025

“Terima kasih kepada FIFA karena telah melakukan hal yang benar dan membalikkan ketidakadilan yang besar!” tulis Trump.

Pernyataan publik dari orang nomor satu di AS ini langsung memicu spekulasi di kalangan pencinta sepak bola. Banyak pihak menduga FIFA berada di bawah tekanan politis besar dari negara tuan rumah agar bersikap “lunak” demi menjaga peluang The Yanks melaju lebih jauh.

Kehadiran Balogun di lini depan AS tentu menjadi suntikan moral yang luar biasa bagi anak asuh Mauricio Pochettino. Namun bagi kubu Belgia, keputusan pemutihan kartu merah ini meninggalkan kekecewaan mendalam yang dipastikan akan membakar tensi pertandingan di Seattle menjadi jauh lebih panas, baik di dalam maupun di luar lapangan. (*)

TEMANISHA.COM