Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
SPORTAINMENT

BREAKING NEWS: Shin Tae-yong Resmi Latih Persija Jakarta, Dikontrak 3 Tahun dan Siap Usung Gaya Menyerang

×

BREAKING NEWS: Shin Tae-yong Resmi Latih Persija Jakarta, Dikontrak 3 Tahun dan Siap Usung Gaya Menyerang

Sebarkan artikel ini
Shin Tae Yong saat perkenalan di depan media. (Foto: Istimewa/I-League)
toplegal

TOPMEDIA, JAKARTA – Peta persaingan sepak bola tertinggi di tanah air dipastikan bakal semakin meriah  di musim depan. Mantan juru taktik Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY), resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala baru Persija Jakarta untuk mengarungi kompetisi Super League musim 2026/2027.

Pelatih asal Korea Selatan tersebut diikat dengan kontrak jangka panjang berdurasi tiga tahun. STY hadir menggantikan posisi yang ditinggalkan oleh Mauricio Souza yang di akhiri kontraknya musim ini.

HALAL BERKAH

Bagi publik sepak bola tanah air, sosok STY tentu sudah tidak asing. Ia merupakan arsitek di balik kebangkitan Timnas Indonesia selama lima tahun berturut-turut mulai dari 2020 hingga 2025.

“Semoga pilihan kita ini menjadi titik balik untuk masa depan Persija,” kata Presiden Klub Persija, Mohamad Prapanca, dalam sesi jumpa pers perkenalan STY yang digelar megah di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, Senin (8/6/2026).

Prapanca membeberkan bahwa komunikasi awal dengan STY sebenarnya sudah dijajaki sejak kompetisi musim ini menyisakan 10 pekan terakhir.

Baca Juga:  Permainan Tak Berkembang, Timnas U-23 Digilas Mali U-23

Saat itu, laju Persija yang sedang bersaing di jalur juara justru tersendat akibat rentetan hasil negatif. Macan Kemayoran melewati tiga laga beruntun tanpa kemenangan. Antara lain ditahan imbang Borneo FC (2-2) dan Dewa United (1-1), serta kalah dari Bhayangkara Presisi Lampung FC (2-3).

Tren buruk tersebut akhirnya memaksa Persija finis di peringkat ketiga klasemen akhir dengan raihan 71 poin. Mereka terpaut delapan angka dari sang juara bertahan Persib Bandung dan sang runner-up Borneo FC.

“Pelatih kita saat itu, coach Mauricio, sebenarnya sudah memberikan yang terbaik. Namun, manajemen memiliki target yang jauh lebih tinggi,” tegas Prapanca mengenai alasan pergantian kursi kepelatihan.

Faktor Kedekatan Emosional dan Jakarta

Setelah kontraknya bersama PSSI rampung pada Januari tahun lalu, STY sempat menjabat sebagai Vice-President di Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) selama 11 bulan.

Ia kemudian melanjutkan karier sebagai Director of Football di Seongnam FC selama 4 bulan, sebelum terakhir kali membesut klub K-League, Ulsan HD, selama 2 bulan.

Baca Juga:  Meski Menang Telak Lawan Taiwan, Ranking Indonesia Masih di Bawah Vietnam

Kembali ke Indonesia dan memilih Persija, diakui STY, karena adanya ikatan emosional yang kuat dengan kota Jakarta.

“Saya melatih Timnas Indonesia selama 5 tahun, jadi saya sangat mengenal atmosfer stadion di Jakarta, baik GBK maupun JIS. Bagi saya, Persija Jakarta adalah salah satu tim terbaik di Indonesia,” ungkap pelatih berusia 57 tahun tersebut.

Ia menambahkan, ketertarikannya menerima pinangan ini didasari oleh visi besar manajemen Macan Kemayoran.

“Memang banyak tim bagus di liga saat ini seperti Persib, Borneo, dan Bali United. Namun setelah berdiskusi dengan manajemen Persija, saya tertantang untuk membantu mengembangkan sistem klub dan mendongkrak prestasi sepak bola di sini,” paparnya.

Bawa Gerbong Staf Timnas dan Janji Tampil Menyerang

Menatap musim baru, STY memastikan akan memboyong jajaran staf kepelatihan kepercayaannya sewaktu di Timnas Indonesia dahulu untuk membantunya di kursi publik Persija. Tidak hanya itu, ia juga membuka peluang untuk merekrut beberapa mantan anak asuhnya di skuad Garuda.

Baca Juga:  Kontroversi Kim Keon-hee: Mantan Ibu Negara Korsel Pertama Tersangka Korupsi dan Pengaruh Politik

Saat ini, skuad Macan Kemayoran sendiri sebenarnya sudah dihuni oleh pilar-pilar berlabel timnas andalan STY, sebut saja Rizky Ridho dan Witan Sulaeman.

“Pasti ada niat untuk membawa pemain-pemain eks timnas yang dulu bersama saya. Namun, kita harus melihat situasi masing-masing, terutama status kontrak mereka dengan klubnya saat ini,” jelas STY.

Menariknya, STY menjanjikan perubahan filosofi bermain yang radikal di Persija nanti. Jika di Timnas Indonesia ia identik dengan skema defensif yang solid dan serangan balik cepat (counter attack), di Persija ia ingin bermain menghibur.

“Di timnas, kami sering menghadapi lawan yang secara kualitas jauh lebih kuat, sehingga strateginya adalah bertahan lalu menyerang balik. Namun untuk level kompetisi liga, setelah berdiskusi dengan Pak Panca mengenai komposisi pemain asing baru, kami akan menerapkan permainan yang lebih cepat, agresif, dan dominan menyerang,” pungkasnya. (*)

TEMANISHA.COM