Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Resmi Dilantik sebagai Kepala BGN, Nanik Deyang Siapkan Kiat Efesiensi Penerima MBG

×

Resmi Dilantik sebagai Kepala BGN, Nanik Deyang Siapkan Kiat Efesiensi Penerima MBG

Sebarkan artikel ini
Kepala BGN Nanik S. Deyang yang dilantik Presiden Prabowo di Istana Negara. (Foto: istimewa)
toplegal

TOPMEDIA, JAKARTA – Nanik Sudaryati Deyang resmi dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), beserta dua wakilnya, Trenggono dan Agustina Arumsari.

Mereka resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto. Nanikw kemudian menjelaskan bahwa Arumsari akan bertugas mengelola bidang keuangan, sementara Trenggono mengurusi titik-titik dapur di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

HALAL BERKAH

“Di sini saya ditemani Ibu Arumsari yang sehari-hari akan memelototi saya dalam hal keuangan. Dengan teliti, dengan benar. Saya tidak akan mengambil keputusan apapun berkait pengeluaran duit bila Bu Sari tidak oke,” kata Nanik usai dilantik, di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026).

“Di samping saya ada Pak Trenggono, yang dia juga akan melindungi saya, ikut nanti menggarap dapur-dapur di 3T dan juga kawasan-kawasan yang belum teritorial yang belum terbangun,” imbuhnya.

Baca Juga:  Kepala BGN: Program MBG Kunci Putus Rantai Stunting dan Rendahnya IQ Generasi Emas

Nantinya, BGN di bawah kepemimpinannya akan berfokus penuh pada optimalisasi efisiensi anggaran, ia menekankan efisiensi akan diupayakan tanpa mengurangi tujuan pemenuhan gizi bagi anak-anak.

Sebagai informasi, Nanik Sudaryati Deyang atau Nanik S. Deyang lahir 3 Januari 1968. Ia adalah seorang politikus Indonesia kelahiran Madiun, Jawa Timur.

Ia memulai karir awalnya sebagai wartawan Tablod Bangkit dan menjadi Tim sukses Prabowo di Pilpres 2019Semula, ia berkarier sebagai wartawan Tabloid Bangkit dan menjadi tim sukses Prabowo pada pemilihan Presiden 2019.

“Langkah kami adalah pertama-tama seperti yang beberapa waktu lalu saya sampaikan, kami konsen pada efisiensi anggaran. Agar bisa tidak membebani anggaran negara pada saat ini, tetapi dengan tidak mengubah target dari yang kita berikan gizi,” kata dia.

Baca Juga:  Warga Kulon Progo yang Suspek Hantavirus Dinyatakan Negatif

Sejumlah langkah diambil BGN dalam melakukan efisiensi salah satunya moratorium atau penundaan pembukaan dapur baru.

“Efisiensi ini kami lakukan yang pertama melalui moratorium. Moratorium ini bukan titik baru, tetapi juga dapur-dapur baru. Bila per hari ini totalnya berapa, Bu Sari? Jadi per hari ini jumlahnya titik dapur yang operasional berdasarkan virtual account itu 27.877,” katanya.

Nanik juga menekankan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) akan difokuskan ulang sesuai sasaran. Menurutnya, nantinya MBG tidak akan diberikan ke siswa-siswa kalangan ekonomi atas.

“Yang kedua, kami refocusing penerima manfaat. Refocusing ini maksudnya adalah apakah perlu, rasanya tidak perlu ya, kalau misalnya sekolah-sekolah kaya. Kan ini pasti di rumah gizinya juga lebih bagus. Jadi kita lebih arahkan nanti benar-benar pada anak-anak atau penerima manfaat yang benar-benar membutuhkan intervensi gizi,” ujarnya.

Baca Juga:  KPK Wanti-Wanti Kepala Daerah, Penindakan Tidak Akan Libur Meski Lebaran

Selanjutnya, BGN akan meningkatkan kualitas dapur-dapur yang sudah ada. Nanik akan menggencarkan sidak ke lapangan untuk memastikan dapur-dapur MBG berjalan sesuai petunjuk teknis (juknis).

“Yang ketiga, itu kita akan melakukan kontrol atau apa, kualitas ya. Kami juga sudah sampaikan ke Presiden di tahun 2026 ini kita bukan mengejar kuantitas, tapi pada kualitas. Sehingga kami akan mengecek apakah dapur-dapur yang sekarang ada ini sesuai dengan juknis atau tidak. Nanti akan kita grading. Misalnya apakah dapur ini bisa 3.000 (penerima), 2.000 atau 1.000 saja itu nanti akan kita kelompok-kelompokkan,” kata dia. (*)

TEMANISHA.COM