TOPMEDIA, SURABAYA – Tren gaya hidup sehat kian digandrungi masyarakat perkotaan demi meraih keseimbangan hidup. Di antara berbagai jenis olahraga olah tubuh, Yoga Ashtanga kini semakin diminati.
Berbeda dengan jenis yoga lain yang cenderung fleksibel dan penuh variasi, Yoga Ashtanga dikenal memiliki aturan yang sangat ketat dan disiplin tinggi.
Dalam aliran ini, seluruh rangkaian gerakan telah dibakukan (dipakemkan) secara permanen. Artinya, urutan gerakan tidak boleh diubah, dimodifikasi, ataupun dicampur dengan gaya yoga lainnya.
Pengajar Yoga Ashtanga, Ian Barlianta, menjelaskan bahwa sistem yang ketat ini murni mengacu pada garis silsilah (lineage) yang disusun oleh sang guru besar sekaligus pendiri aliran ini, Guruji Pattabhi Jois.
Setiap urutan gerakan dirancang bukan tanpa alasan, melainkan memiliki makna filosofis dan tujuan medis tertentu yang saling berkesinambungan.
“Semua gerakan di pelatihan Ashtanga berpola dan bersekuens. Pakemnya tidak akan di-mix dan tidak akan divariasi,” tegas Ian saat ditemui di Surabaya.
Secara anatomi dan kesehatan, setiap transisi gerakan dalam Yoga Ashtanga dirancang untuk mengeksplorasi ruang gerak tubuh manusia. Ketika tubuh mencapai fleksibilitas optimalnya, ruang gerak otot dan sendi akan terbuka lebar.
Kondisi inilah yang menjadi kunci utama kelancaran pasokan suplemen oksigen dan sirkulasi darah ke seluruh organ tubuh.
Ian menekankan bahwa kemacetan aliran darah adalah akar dari berbagai penyakit kronis. Antara lain penumpukan toksin dan pembengkakan jaringan (inflammation), pembengkakan kronis yang memicu mutasi sel, kanker hingga penyakit mematikan lain, dan sebagai stimulan agar tubuh mampu mengaktifkan kemampuan alami untuk menyembuhkan diri sendiri (self-healing).
Meski demikian, jangan bayangkan Yoga Ashtanga bisa dikuasai dalam hitungan minggu. Aliran ini menerapkan sistem pembelajaran yang terbagi ke dalam tiga tingkatan level, yaitu.
- Primary Series (Tingkat Dasar): Terdiri dari 84 gerakan (asana) wajib. Untuk menguasai level satu ini saja secara sempurna, seorang praktisi rata-rata membutuhkan waktu bertahun-tahun, bahkan ada yang hingga 10 tahun.
- Intermediate Series (Tingkat Menengah): Di Indonesia, praktisi yang berhasil mencapai level ini masih sangat langka dan bisa dihitung dengan jari.
- Advanced A & B/Advanced 1 & 2 (Tingkat Mahir): Tingkat tertinggi yang menawarkan kedalaman spiritual dan kontrol fisik total.
Ian mengibaratkan perkembangan level ini dengan kenyamanan berkendara. Menembus level demi level Ashtanga ibarat bermigrasi dari mengendarai becak, naik kelas ke sepeda motor, hingga akhirnya merasakan kenyamanan penuh di dalam mobil mewah saat mencapai level tertinggi.
Bagi masyarakat yang ingin mendalami yoga dengan jalur yang benar, Ian menjamin kualitas materi yang diajarkannya tetap memegang teguh standar asli langsung dari India.
Bagi para yogi yang berlatih di Jyoti Yoga Studio dan berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian sekuens dengan benar, mereka akan mendapatkan sertifikat resmi. Sertifikasi ini memberikan keabsahan hukum dan spiritual bagi mereka untuk menjadi pengajar atau mentor Yoga Ashtanga yang kompeten. (*)



















