Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Surabaya Menuju World Class Smart City: Revolusi SITS dan Integrasi Digital dalam Genggaman Warga

×

Surabaya Menuju World Class Smart City: Revolusi SITS dan Integrasi Digital dalam Genggaman Warga

Sebarkan artikel ini
Command Center 112 di Siola sebagai pusat pemantauan CCTV di seluruh wilayah Surabaya. (Foto: Istimewa)
toplegal

TOPMEDIA, SURABAYA – Di bawah kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi, Kota Surabaya tidak lagi sekadar menyandang gelar Kota Pahlawan. Kini, ibu kota Jawa Timur ini bertransformasi menjadi Smart City percontohan nasional yang menitikberatkan pada mobilitas cerdas, estetika kota, dan efisiensi birokrasi melalui teknologi.

Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan bahwa transformasi digital ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan solusi nyata atas dinamika kebutuhan warga perkotaan.

HALAL BERKAH

“Hari ini Surabaya harus mampu menjadi smart city yang memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi warganya. Teknologi adalah jembatan menuju kualitas hidup yang lebih baik,” ungkap Eri di Surabaya, Jumat (8/5/2026).

Tulang punggung dari revolusi transportasi ini adalah Surabaya Intelligent Transport System (SITS). Dengan kekuatan lebih dari 1.000 titik CCTV yang memantau lalu lintas secara real-time, Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya mampu mengurai kemacetan secara masif dan responsif.

Baca Juga:  Warga Surabaya Serbu Pasar Murah, Wali Kota Eri Cahyadi Bagikan Sembako Gratis Saat Sidak

Inovasi ini tidak berdiri sendiri. SITS terintegrasi penuh dengan layanan transportasi publik andalan warga yakni Suroboyo Bus dan Feeder Wira-Wiri yang menjangkau pemukiman padat untuk mengangkut warga menuju jalur utama.

Data menunjukkan bahwa kenyamanan dan kepastian waktu yang ditawarkan SITS berhasil mengubah gaya hidup masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Hal ini terlihat dari pertumbuhan penumpang yang menggunakan transportasi masal ini.

Pada tahun 2023, jumlahnya mencapai 1,9 juta. Kemudian pada 2024 tumbuh menjadi 3,5 juta dan 2025 menjadi 7,0 juta. Pada 2026 hingga Maret, sudah 1,8 juta orang atau rata-rata 600 ribu orang per bulan yang menggunakan moda Suroboyo Bus untuk transportasi.

Optimalisasi Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) menjadi kunci keberhasilan integrasi ini. TIJ bukan sekadar tempat pemberhentian bus, melainkan pusat transit yang humanis.

Baca Juga:  PKK Surabaya Rayakan HKG ke-53: Perempuan Berdaya, Keluarga Sejahtera

Fasilitas ini mengintegrasikan kendaraan pribadi dengan transportasi publik, termasuk akses bawah tanah menuju Kebun Binatang Surabaya (KBS).

​“Kalau ingin masyarakat mau beralih ke transportasi umum, maka transportasi itu harus nyaman terlebih dahulu. Tak hanya menjadi simpul transportasi, kawasan ini juga dilengkapi taman lalu lintas sebagai ruang edukasi interaktif bagi anak-anak,” tutur Eri.

Selain itu, transformasi digital juga menyentuh aspek estetika. Di kawasan Kota Lama, Pemkot Surabaya melakukan revitalisasi radikal dengan sistem ducting atau pemindahan kabel utilitas ke bawah tanah.

Langkah ini tidak hanya membuat langit Surabaya bersih dari kabel yang semrawut, tetapi juga menonjolkan arsitektur sejarah di koridor wisata Pecinan dan Kampung Arab.

Kehebatan teknologi Surabaya tidak berhenti di jalan raya. Melalui program Satu ASN Satu RW dan aplikasi Sayang Warga, pelayanan publik kini masuk ke ruang ruang masyarakat.

Baca Juga:  Inflasi September 2025 Capai 0,21 Persen, Cabai Merah dan Daging Ayam Jadi Pemicu Utama

Boni Wikantono, Ketua RT 2 Perak Barat, mengakui efisiensi sistem ini. “Mulai dari kerja bakti hingga administrasi, semua dipantau lewat aplikasi. Verifikasi permohonan sekarang lebih praktis dan transparan,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan oleh Ella, warga Surabaya, yang merasakan kota kini jauh lebih tertata. “Pemkot bisa memantau kondisi kota secara langsung, sehingga persoalan seperti sampah atau genangan lebih cepat ditangani,” tuturnya.

Atas dedikasi dan konsistensinya dalam mengintegrasikan teknologi dan pelayanan warganya, Surabaya sukses menyabet penghargaan National Governance Award 2026.

Penghargaan ini menjadi bukti bahwa visi Surabaya sebagai kota cerdas bukan sekadar slogan, melainkan realitas yang dirasakan langsung oleh jutaan warganya.

“Smart city bukan hanya soal teknologi, tetapi bagaimana menghadirkan pelayanan publik yang cepat dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” pungkas Eri Cahyadi. (*)

TEMANISHA.COM