Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Tabrak Burung Usai Take Off, Pesawat KLM Balik Darurat Ke Bandara Asal

×

Tabrak Burung Usai Take Off, Pesawat KLM Balik Darurat Ke Bandara Asal

Sebarkan artikel ini
Jajaran pesawat terbang milik maskapai KLM Belanda. (Foto: istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – KLM Royal Dutch Airlines harus balik ke landasan pacu alias bandara awal setelah mengalami kecelakaan tabrakan dengan burung setelah lepas landas.

Dikutip dari Aviationa2z, Minggu (12/4/2026), insiden tersebut terjadi pada Sabtu (11/4). Pesawat itu take off dari Bandara Amsterdam Schiphol sekitar pukul 14.30 waktu setempat. Baru mengudara sekitar 15 menit, insiden itu terjadi.

HALAL BERKAH

Setelah insiden, Pilot kemudian memutuskan untuk kembali ke bandara asal. Setelah tiba ke bandara, seluruh penumpang dipindahkan ke pesawat pengganti.

Pesawat pengganti itu pada akhirnya berangkat menuju Prancis sekitar pukul 18.00 atau hampir empat jam dari jadwal semula.

Perwakilan maskapai mengklasifikasikan insiden tersebut sebagai gangguan teknis.

Baca Juga:  Menteri Purbaya Ungkap Alasan Soeharto Bertahan 31 Tahun, Stabilitas Ekonomi Jadi Kuncinya

Mereka mengatakan bahwa pesawat diduga menabrak seekor bangau (heron), burung yang berukuran besar yang jarang terlibat dalam insiden seperti itu dibandingkan burung kecil.

Selain itu ada kemungkinan burung tersebut sempat masuk ke dalam mesin pesawat, meski hal ini masih dalam tahap konfirmasi.

Maskapai memastikan bahwa insiden ini tergolong cukup serius sehingga penerbangan tidak dapat dilanjutkan, terlepas dari titik benturan pastinya.

Pesawat kemudian segera kembali ke Schiphol. Di bandara, tim darat langsung menangani pemindahan penumpang ke pesawat siaga.

Tabrakan dengan burung (bird strike) menjadi risiko yang cukup sering terjadi di sekitar Bandara Schiphol.

Bandara itu berada di jalur migrasi burung dan daerah terbuka secara kondisi geografis di sekitarnya.

Baca Juga:  Jelang Nataru 34 Pesawat Garuda Masih Status Grounded

Pengelola bandara pun menempatkan petugas khusus untuk mengendalikan populasi burung di area landasan. Mereka banyak menggunakan berbagai metode untuk mengusir burung serta berkoordinasi dengan pengatur lalu lintas udara guna mengalihkan jalur penerbangan jika diperlukan.

Meski demikian, risiko bird strike tidak sepenuhnya dapat dihindari. Burung berukuran besar seperti bangau bahkan dinilai lebih berbahaya karena dapat menyebabkan kerusakan serius pada mesin pesawat.

Gangguan itu mulai dari baling-baling hingga kegagalan mesin dalam kondisi ekstrem. (*)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TEMANISHA.COM