Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
INTERNATIONAL

Oleh-oleh Kunker, Prabowo Bawa Kerja Sama Mineral dan Energi dari Korsel

×

Oleh-oleh Kunker, Prabowo Bawa Kerja Sama Mineral dan Energi dari Korsel

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung. (Foto: istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Presiden Prabowo ke Korea Selatan (Korsel) membawa oleh oleh tiga kesepakatan kerja sama bilateral di bidang energi dan mineral dalam kunjungan kerja (kunker) ke Korea Selatan.

Kesepakatan itu diteken oleh Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di depan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung di Istana Kepresidenan Blue House, Seoul, Korea Selatan.

HALAL BERKAH

Dokumen Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani adalah MoU Bidang Energi Bersih dan MSP Bidang Carbon, Capture, and Storage (CCS) dengan Kementerian Iklim, Energi, dan Lingkungan Korea Selatan, serta MoU Mineral Kritis dengan Kementerian Perdagangan, Industri dan Sumber Daya Korea Selatan.

Baca Juga:  Azizah Salsha Hadir di Rumah Duka Ayah Pratama Arhan, Sikapnya Jadi Perbincangan Publik

Usai pertukaran MoU, Bahlil menyampaikan kerja sama di bidang energi dan mineral menjadi bagian penting dalam penguatan kapasitas bersama.

Hal ini terutama dalam menghadapi tantangan global seperti potensi ancaman krisis energi akibat konflik Timur Tengah di masa mendatang.

“Baru saja kita teken kerja sama energi di hadapan Bapak Presiden Prabowo dan Presiden Lee Jae Myung. Dan ini sangat penting bagi kedua negara dalam menghadapi kemungkinan lahirnya risiko gangguan pasokan energi di wilayah kawasan,” jelas Bahlil dalam keterangan tertulis, Rabu (1/4/2026).

Untuk bidang energi bersih, pemerintah Indonesia dan Korea Selatan mendorong mekanisme teknologi, meningkatkan nilai investasi, menciptakan kesepakatan dagang, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Baca Juga:  Indonesia Sumbang 40% Ekonomi Digital ASEAN

Hal ini mencakup kerja sama yang dimulai dari energi terbarukan, nuklir, hidrogen, penyimpanan dan efisiensi energi, baterai, bioenergi, pengolahan sampah menjadi energi, jaringan listrik cerdas, stasiun pengisian, hingga sistem energi untuk pulau mandiri.

Sementara hal lain adalah implementasi praktik penangkapan karbon emisi (Carbon Capture and Storage/CCS) yang dijalankan oleh kedua negara.

Kerja sama ini diharapkan membuka peluang pengembangan CCS lintas batas serta mendukung promosi dan komersialisasi teknologi CCS, termasuk memfasilitasi proyek-proyek penelitian di bidang industri.

Sementara itu di bidang mineral kritis, kedua negara bekerja sama menjalankan survei dan studi geosains, pengolahan, pemurnian, daur ulang, standar lingkungan, rehabilitasi tambang, reklamasi pascatambang, dan aspek keberlanjutan, sekaligus meningkatkan kerja sama antara sektor publik dan swasta, serta mendorong perdagangan dan investasi pada proyek-proyek mineral kritis.

Baca Juga:  Patrick Kluivert Tak Peduli Siapapun Wasit yang Pimpin Indonesia vs Arab Saudi

“Hasil kunjungan ini mencerminkan posisi aktif Indonesia dalam membangun diplomasi energi, menjalin konsultasi dan berdiskusi atas penanganan perkembangan isu-isu energi terkini,” jelas Bahlil. (ton/top)

TEMANISHA.COM