Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
EDUTECH

Dibayangi Krisis Global, Pemerintah Pastikan Sekolah Tetap Tatap Muka

×

Dibayangi Krisis Global, Pemerintah Pastikan Sekolah Tetap Tatap Muka

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi siswa sekolah. (Foto: Dok. Humas Pemkot Surabaya)
toplegal

TOPMEDIA – Di tengah situasi krisis global, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menekankan bahwa pendidikan tatap muka harus tetap berjalan optimal.

Ia memastikan sekolah tidak boleh berhenti beroperasi, karena kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu fokus utama pemerintah.

HALAL BERKAH

Menurutnya, krisis global justru harus dijadikan momentum untuk mempercepat agenda transformasi nasional, termasuk di sektor pendidikan dan kesehatan.

Pratikno menyebut bahwa selain swasembada pangan dan energi, peningkatan kualitas SDM Indonesia menjadi perhatian besar pemerintah.

“Khusus di bidang pendidikan, penting untuk menjamin proses pembelajaran siswa tetap berjalan seperti biasa. Jangan sampai terjadi learning loss. Oleh karena itu, pembelajaran tatap muka harus diutamakan,” ujarnya dalam keterangan resmi Kemenko PMK, Selasa (24/3/2026).

Baca Juga:  5 Tips Memilih Laptop yang Pas Banget Buat Profesi Indoor Kamu

Ia menambahkan, diskusi lintas kementerian sempat membahas opsi hybrid learning. Namun, pembelajaran daring dianggap tidak mendesak saat ini karena kualitas pendidikan lebih terjamin melalui tatap muka.

Pratikno menegaskan komitmen Presiden terhadap sektor pendidikan. “Sebagaimana prioritas luar biasa Bapak Presiden kepada sektor pendidikan, mulai dari revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, dan

Sekolah Unggul Garuda, maka kita harus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan secara umum. Ini prioritas, ini utama,” katanya.

Dengan menjaga keberlangsungan sekolah tatap muka, pemerintah ingin memastikan generasi muda tetap mendapat kualitas pendidikan terbaik meski dunia menghadapi krisis.

Selain itu, Pratikno juga menekankan transformasi birokrasi dan pelayanan publik. Perjalanan dinas non-esensial dipangkas, rapat daring dioptimalkan, serta penerapan kerja fleksibel dilakukan untuk efisiensi. L

TEMANISHA.COM