Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
LIFESTYLE

Ingin Edukasi Soal Child Grooming, Aurelie Moeremans Angkat Broken Strings ke Layar Lebar

×

Ingin Edukasi Soal Child Grooming, Aurelie Moeremans Angkat Broken Strings ke Layar Lebar

Sebarkan artikel ini
Aurelie Moeremans memastikan novel Broken Strings akan diadaptasi menjadi film. (Foto: Instagram)
toplegal

TOPMEDIA – Usai novel karyanya, Broken Strings viral dan menjadi perbincangan hingga trending di dunia maya, Aurelie Moeremans resmi mengumumkan adaptasi novel Broken Strings menjadi film.

Bukan sekadar hiburan, karya ini diharapkan mampu membuka ruang diskusi publik tentang bahaya child grooming dan memberi dukungan emosional bagi para penyintas.

HALAL BERKAH

Industri film Indonesia kembali menghadirkan karya adaptasi yang sarat makna. Aurelie Moeremans memastikan novel karyanya, Broken Strings, akan segera diangkat ke layar lebar.

Pengumuman ini ia sampaikan melalui akun Instagram pribadinya, setelah melalui diskusi panjang dengan sejumlah rumah produksi dan sutradara.

Berbeda dengan proyek adaptasi lain yang sering berorientasi pada keuntungan komersial, Aurelie menegaskan bahwa pilihannya bukan didasarkan pada potensi viral atau nilai finansial. Ia memilih tim produksi yang memiliki kepedulian mendalam terhadap cerita yang diangkat.

Baca Juga:  Kya-Kya Chunjie Fest 2026: Meriahkan Imlek dengan Budaya Pecinan

“Aku memilih berdasarkan feeling, siapa yang benar-benar peduli dengan ceritaku, yang mau menyampaikan cerita ini dengan jujur, dengan hati, bukan hanya karena hype,” ujarnya, Senin (23/3/2026).

Novel Broken Strings mengangkat isu sensitif mengenai child grooming, sebuah praktik berbahaya yang masih jarang dibahas secara terbuka di masyarakat.

Yang mana juga berdasarkan pengalaman pribadinya di masa lalu, dimana Aurelie menjadi korban child grooming hingga harus menjalani hari-hari penuh trauma.

Aurelie menekankan bahwa inti dari adaptasi ini adalah bagaimana pesan tersebut bisa disampaikan secara jujur dan menyentuh hati penonton.

“Hal terpenting adalah bagaimana pesan dalam Broken Strings dapat disampaikan dengan jujur dan menyentuh hati,” imbuhnya.

Baca Juga:  Rumah Jokowi Ditandai Sebagai 'Tembok Ratapan' di Google Maps, Ternyata Ini Awal Mulanya

Melalui film ini, Aurelie berharap pesan yang terkandung dalam bukunya dapat menjangkau audiens yang lebih luas.

Ia ingin karya tersebut tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga sarana edukasi yang mampu menggugah kesadaran publik terhadap bahaya child grooming. “Aku benar-benar excited untuk perjalanan ini,” ungkapnya.

Ia juga berharap film ini dapat memberikan dukungan emosional bagi para penyintas. “Semoga dengan adanya film ini, semakin banyak orang yang sadar, dan mungkin bisa membantu seseorang merasa tidak sendirian,” tutupnya. (*)

TEMANISHA.COM