Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

CBS News Tutup Layanan Radio setelah Mengudara 99 Tahun, PHK 6 Persen Karyawan

×

CBS News Tutup Layanan Radio setelah Mengudara 99 Tahun, PHK 6 Persen Karyawan

Sebarkan artikel ini
toplegal

TOPMEDIA – Industri media global kembali diguncang kabar duka. Setelah hampir satu abad menemani pendengar, unit CBS News Radio resmi dinyatakan tutup. Keputusan pahit ini dibarengi dengan gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang menyasar sekitar 6 persen atau puluhan karyawan dari total 1.100 staf di divisi berita CBS.

Langkah drastis ini mulai dieksekusi pada Jumat (20/3) waktu setempat. Penutupan ini menandai berakhirnya perjalanan panjang layanan berita radio legendaris tersebut yang telah mengudara sejak tahun 1927.

HALAL BERKAH

Gelombang efisiensi ini merupakan kali kedua sejak raksasa media Paramount diambil alih oleh David Ellison pada musim panas tahun lalu. Pemimpin redaksi CBS News, Bari Weiss, bersama Presiden Tom Cibrowski, menyampaikan keputusan berat tersebut melalui memo internal kepada staf.

Baca Juga:  Arisan Branded yang Menghancurkan Bisnis Keluarga (4): Bisnis di Ambang Runtuh

“CBS News Radio telah menjadi fondasi bagi semua yang kami bangun sejak 1927. Namun, pergeseran strategi pemrograman ditambah realitas ekonomi yang menantang membuat layanan ini tidak mungkin lagi dilanjutkan,” tulis mereka dalam memo tersebut sebagaimana dikutip dari CNN.

CBS News Radio dijadwalkan akan benar-benar berhenti bersiaran pada 22 Mei mendatang. Hal ini memberikan waktu sekitar dua bulan bagi 700 stasiun afiliasinya untuk mencari alternatif penyedia berita lain.

Penutupan unit radio ini disebut-sebut sebagai bagian dari visi Bari Weiss untuk merombak struktur CBS News agar tetap kompetitif. Weiss, yang ditunjuk Ellison pada Oktober lalu, mengaku terkejut dengan sistem kerja yang dianggapnya usang serta rendahnya moral karyawan di beberapa lini.

Baca Juga:  Jelang Playoff Liga Champions, Mourinho Peringatkan Real Madrid yang Terluka Berbahaya

“Bukan rahasia lagi bahwa bisnis berita tengah berubah secara radikal. Audiens baru berkembang di tempat-tempat baru. Kita perlu mengecilkan beberapa bagian ruang redaksi untuk memberi ruang bagi hal-hal baru yang harus kita bangun,” lanjut isi memo tersebut.

Meski Paramount saat ini tengah menunggu lampu hijau regulator untuk mengakuisisi Warner Bros. Discovery (WBD), yang menaungi CNN, sumber internal menyebut bahwa rencana penggabungan CBS dan CNN bukan menjadi faktor utama PHK kali ini. Keputusan murni diambil karena kondisi keuangan unit radio yang terus merosot akibat minimnya pendapatan iklan.

Manajemen mengakui bahwa periode hingga Mei nanti akan menjadi masa-masa sulit bagi karyawan yang masih bertugas. Mereka harus tetap mengudara sambil mengetahui bahwa pekerjaan mereka akan berakhir dalam hitungan minggu.

Baca Juga:  Ekonomi Global Mulai Melambat, IMF Soroti Dampak Tarif dan Inflasi

“Kami akan memperlakukan semua karyawan terdampak dengan penuh perhatian dan hormat,” tegas manajemen.

Perombakan di CBS News diprediksi belum akan berhenti di sini. Seiring dengan berakhirnya kontrak beberapa penyiar utama dalam beberapa bulan ke depan, perubahan struktur organisasi diperkirakan akan terus berlanjut demi mengejar ketertinggalan di era digital. (*)

TEMANISHA.COM