TOPMEDIA – Suasana Idul Fitri 1447 H terasa berbeda bagi sejumlah pejabat dan kepala daerah yang tengah tersandung kasus di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tanpa open house mewah maupun iring-iringan ajudan, mereka menjalani salat Id di Lantai 3 Gedung Juang, Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Sabtu (21/3).
Salah satu yang mencuri perhatian adalah Bupati Pati (nonaktif), Sudewo. Tersangka kasus dugaan pemerasan pengisian jabatan perangkat desa itu tampak keluar dari ruang salat sekitar pukul 07.05 WIB. Mengenakan kemeja koko putih bersih, Sudewo melangkah bersama deretan tahanan komisi antirasuah lainnya.
Meski statusnya kini sebagai tahanan, Sudewo tak lupa mengirimkan pesan untuk konstituennya di Bumi Mina Tani. “Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada warga Kabupaten Pati, mohon maaf lahir dan batin,” ucapnya singkat usai pelaksanaan salat.
Pejabat yang sempat viral karena pernyataannya yang menantang warga itu mengaku tetap menyelipkan doa untuk kemajuan wilayah yang pernah dipimpinnya. Ia berharap pembangunan di Pati terus berjalan agar masyarakat semakin sejahtera. Terkait kasus hukum yang membelitnya, Sudewo hanya bisa pasrah. “Mudah-mudahan saya segera melewati ujian dan beban ini,” tuturnya.
Pelataran Gedung Juang pagi itu seolah menjadi tempat reuni bagi para pejabat daerah yang terjerat berbagai kasus korupsi. Selain Sudewo, tampak mantan Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, yang terseret kasus dugaan suap dan gratifikasi.
Ada pula eks Bupati Pekalongan, Fadia A. Rafiq, yang diduga terlibat korupsi pengadaan outsourcing, serta mantan Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, tersangka suap ijon proyek. Tak ketinggalan, wajah-wajah lama seperti mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi juga terlihat di barisan jamaah.
Beberapa nama lain yang turut hadir antara lain Irvian Bobby Mahendro (eks pegawai Kemnaker) serta Ishfah Abidal Aziz alias Alex, mantan Staf Khusus Menteri Agama era Yaqut Cholil Qoumas.
Idul Fitri kali ini menjadi momentum refleksi bagi para penghuni rutan KPK tersebut. Tanpa hidangan khas Lebaran di rumah sendiri, mereka harus puas merayakan kemenangan di tengah proses hukum yang masih terus bergulir. (ton/top)



















